PERUBAHAN RELASI GENDER DALAM KELUARGA STUDI KASUS KELUARGA PEREMPUAN ANGGOTA SPI (SERIKAT PEREMPUAN INDEPENDEN) KULON PROGO
MEISYAROH DWI C, Dr. Anna Marie Wattie, M. A.
2016 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYADi balik majunya perkebunan teh dan kopi di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo terdapat petani-petani perempuan yang memberikan curahan waktu, tenaga, dan tanggungjawab mereka yang lebih banyak untuk berdagang. Akses menuju pasar yang jauh juga menambah beban kerja perempuan Keceme. Beratnya beban kerja yang ditanggung oleh petani perempuan di Dusun Keceme tersebut menjadi awal dari kemunculan organisasi Serikat Perempuan Independen (SPI) Kulon Progo. Setelah lima tahun kemunculan organisasi SPI Kulon Progo, perkebunan teh dan kopi di Dusun Keceme mulai maju, bahkan saat ini petani-petani perempuan mulai melakukan inovasi produk serta memperluas pemasaran produk mereka. Hal-hal tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan-pertanyaan penelitian, yakni apa saja program-program yang telah dilakukan oleh SPI Kulon Progo? Mengapa perempuan-perempuan Kulon Progo memutuskan untuk menjadi anggota SPI Kulon Progo? Kemudian bagaimana pengaruh keikutsertaan perempuan dalam SPI Kulon Progo terhadap perekonomian keluarga, aktivitas domestik, serta aktivitas publik para anggotanya? Maka dari itu dilakukan wawancara mendalam serta observasi pada lima informan yang merupakan anggota aktif serta tidak aktif dari SPI Kulon Progo di Dusun Keceme, serta anggota keluarga mereka pada bulan September 2015. Suami dan anak dari anggota aktif SPI Kulon Progo juga dipilih agar informasi mengenai perubahan yang terjadi pada keluarga dapat diketahui. Selain itu, tokoh masyarakat di Dusun Keceme juga menjadi narasumber. Pendiri HAPSARI dan SPI Kulon Progo juga menjadi salah satu narasumber dalam penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai organisasi SPI Kulon Progo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program-program dari SPI Kulon Progo telah membawa perubahan pada relasi gender. Curahan waktu, curahan tenaga, serta tanggungjawab perempuan mengalami perubahan yang menyebabkan perubahan pula pada akses terhadap sumber-sumber ekonomi keluarga serta beban kerja perempuan-perempuan Keceme. Perubahan beban kerja tersebut kemudian memberikan perubahan pula pada pembagian kerja, pengambilan keputusan, serta aktivitas publik dan domestik dalam keluarga. Laki-laki dan perempuan mengalami perubahan peran dalam pengelolaan ekonomi keluarga, aktivitas publik, serta aktivitas domestik.
Behind the advancement of tea and coffee farming in Dusun Keceme, Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo district, there are peasant women who give more their times, energies, and responsibility for trading. The distant access to the market is also become their workload. These difficulties of workload which then become the beginning of Serikat Perempuan Independen (SPI) Kulon Progo organization. The tea and coffee farming start to advance five years afterward the SPI organization's establishment, even the peasant women begin to make some innovations and extending the market of their own products. Those things above make some research questions, that are what were the programs that the SPI has been doing all this time? Why were the Kulon Progo's women decided to join SPI Kulon Progo? Then, how was the impact of joining SPI Kulon Progo for the women's family economic matters, domestical activities, and their publical activities? The deep interview and observation to five informans of active and passive members of SPI Kulon Progo in Dusun Keceme on September 2015. The interviewees are also including the SPI Kulon Progo active member's husbands and children, to get the information about the family economical progress. Furthermore, the interviewees are also come from local public figure. The last interviewees of the research is the founder of HAPSARI and SPI Kulon Progo who will give the complete information about SPI Kulon Progo organization. The result of the research shows that the programs of SPI Kulon Progo organization has brought the change of the gender relation. The women's workload, times, energies and also their responsibility has changes. The revolution then make another revolution in division of labor, decision-making, also publical and domestical activity in their family. Both, man and woman changing role at family economic management, public and domestic activities.
Kata Kunci : organisasi pemberdayaan perempuan, relasi gender, aktivitas domestik, aktivitas publik