DAMPAK PELATIHAN OLEH DOKTER KELUARGA TERHADAP KINERJA KADER DALAM MELAKUKAN KONSELING DI POSBINDU DUSUN TAHUNAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL
T.HERJUNA HADIYANTA, Dr. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes; dr. I Dewa Putu Pramantara, SpPD,K-GER
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar Belakang : Meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM)menjadi ancaman yang serius karena telah mendominasi 10 besar penyebab kematian. Pemerintah berusaha mengendalikannya dengan cara deteksi dini faktor risiko PTM melalui kegiatan posbindu. Pada saat ini posbindu belum berjalan optimal karena kader tidak percaya diri dalam melakukan konseling. Kader merasa kesulitan jika harus membaca dan memahami modul sendiri sedangkan pelatihan khusus mengenai konseling belum diprioritaskan. Prinsip dokter keluarga sebagai community oriented care perlu melatih kader agar trampil dalam melakukan konseling agar faktor risiko dapat dikendalikan sedini mungkin. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah dampak pelatihan bermain peran oleh dokter keluarga dapat meningkatkan kinerja kader dalam memberikan konseling dibandingkan dengan yang membaca modul. Metode : Desain penelitian ini adalah quasy experimental dengan jumlah sampel 50 peserta. Perlakuan yang diberikan berupa konseling oleh kader yang sudah dilatih. Analisis data pre dan post test menggunakan uji beda (t-test). Hasil : Kader yang mendapat pelatihan oleh dokter keluarga menunjukkan peningkatan rerata tingkat pengetahuan yang signifikan (p-value 0,007)sebesar 22,9. Peningkatan rerata 4 minggu setelah pelatihan tidak ada perbedaan signifikan (p-value 0,346) jika dibandingkan segera setelah pelatihan. Pengetahuan kader yang membaca modul tidak menunjukkan perbedaan rerata yang signifikan (p-value 0,6871). Terdapat perbedaan rerata pengetahuan yang signifikan antara kader yang dilatih lebih tinggi dibandingkan kader yang membaca modul (p-value 0,005). Ada peningkatan rerata pengetahuan peserta setelah mendapat konseling oleh kader yang terlatih (p-value 0,001) sebesar 22,28. Kesimpulan : Terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang faktor risiko PTM setelah mendapat pelatihan oleh dokter keluarga. Pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberi modul tanpa pelatihan tidak ada perubahan bermakna. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapat konseling oleh kader yang dilatih. Pelatihan kader dengan metode bermain peran telah terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan dan menjadi determinan keberhasilan meningkatkan kinerja kader dalam melakukan konseling.
Background: Increased cases of non-communicable diseases (NCDs) become a serious threat because it has dominated the top 10 causes of death. The government sought to control by means of early detection of risk factors for noncommunicable disease through Posbindu. At this time Posbindu not run optimally because the cadres are not confident in counseling. Cadres was difficult if they have to read and understand the modules themselves while specialized training on counseling have not been prioritized. The principle of family doctors as community oriented care will need to train cadres to be skilled in counseling so that risk factors can be controlled as early as possible. Purpose: The purpose of this study was to assess whether the impact of training role play by family physician can increase the performance of cadres in providing counseling compared with reading module. Methods: Methods: The study design is experimental quasy with a sample size of 50 participants. The treatment is given in the form of counseling by a trained cadre. Analysis of the data pre and post test using a different test (t-test). Results: Results: The volunteer who received training by family physicians shows an increase in the average level of knowledge that is significant (p-value 0.007) of 22.9. The increase in average four weeks after the training there was no significant difference (p-value 0.346) when compared immediately after the training. Knowledge cadre reading module showed no significant mean difference (p-value 0.6871). There are significant differences between the mean knowledge among cadres trained cadres higher than the reading module (p-value 0.005). There was a mean increase participants knowledge after counseling by a trained cadre (p-value 0.001) of 22.28. Conclusion: There is a growing cadre of knowledge about risk factors for noncommunicable disease after receiving training by a family doctor. Knowledge of cadres before and after given no training module no significant changes. There is an increased knowledge of the participants after receiving counseling by trained cadres. Cadres training with a role-play method has been shown to significantly increase participants knowledge and be the determinant of success improve the performance of cadres in counseling
Kata Kunci : posbindu, edukasi dan konseling, penyakit tidak menular (PTM), counseling, non-communicable diseases (NCDs)