HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU DENGAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR DI KOTA PALU
ASPIA LAMANA, Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH, Ph.D.; Prof. dr. Djaswadi Dasuki, MPH, SpOG(K), Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Panjang badan bayi baru lahir berhubungan dengan kesehatan pada saat dewasa. Di beberapa studi mengatakan bahwa orang yang bertubuh pendek cenderung kinerja intelektual yang lebih rendah sehingga dapat mengurangi kapasitas kerja, kinerja reproduksi yang buruk dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Selain itu panjang badan bayi baru lahir yang kurang dapat merugikan kesehatan jangka panjang seperti obesitas, gangguan kardiometabolik, dan neuro kondisi kejiwaan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tinggi badan ibu dengan panjang badan bayi baru lahir di kota Palu. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel bebas Tinggi badan ibu, variabel terikat panjang badan bayi baru lahir. Sampel penelitian adalah bayi yang lahir 24-72 jam pertama di rumah sakit swasta, puskesmas, klinik bersalin di Kota Palu. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan regresi linear untuk mengetahui hubungan tinggi badan ibu dengan panjang badan bayi baru lahir menggunakan p-value <0,05. Hasil: Ada corelasi antara tinggi badan ibu dengan panjang badan bayi baru lahir (r=0,26) (p<0,001). Ada hubungan yang signifikan antara LiLA ibu, jumlah preparat besi yang dikonsumsi, tinggi badan ayah (p<0,001) demikian jugadengan pendidikan ibu (p<0,020) dan jenis kelamin bayi baru lahir (p<0,015) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara panjang badan bayi baru lahir dengan status ekonomi (p<0,861). Kesimpulan: Tinggi badan ibu bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi panjang badan bayi baru lahir di Kota Palu. Peningkatan pengetahuan atau edukasi pasangan yang akan menikah dan ibu hamil tentang pentingnya pengetahuan panjang badan bayi baru lahir tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik tetapi dipengaruhi juga oleh asupan maternal.
Introduction: Body length of newborn babies relating to health in adulthood. Some studies suggest that short people tend to have lower intellectual performance that can reduce working capacity, poor reproductive performance and increase risk of cardiovascular disease and type 2 diabetes. In addition, the less body length of newbornsareadverse long-term health such as obesity, cardiometabolic disorders, and neuro psychiatric conditions. Objective: To determine the relation of mothers height with body length newborns in Palu. Samples are babies born in the first 24-72 hours of private hospitals, health centers, maternity clinics in Palu. Method: An observational study with cross sectional design.The independent variable was the mothers height, the dependent variable is the length of the body of the newborns.Collecting data usied questionnaires. Analysis of data used linear regression. Results: There was a correlation between the height of mothers with a body length of newborns (r = 0.26) (p <0.001). There was a significant relationship betweenLiLAs mothers the amount of iron preparations consumed, the height of the father (p <0.001) as well as maternal education (p <0.020) and the sex of the newborn (p <0.015) and there was no significant relationship between body length of newborns with socioeconomic status (p <0.861). Conclusion: Mothers height is not the main factor affecting the body length of newborns in the city of Palu.Improvement of knowledge oreducation to couples getting married and pregnant women about the importance of knowledge of body length of newborns is not only influenced by genetic factors but also the maternal intake.
Kata Kunci : Tinggi badan ibu, panjang badan bayi baru lahir, kota Palu.