Laporkan Masalah

Pembiayaan agribisnis dengan sistem bagi hasil pada PT Sarana Yogya Ventura

BUDIMAN, Arief, Dr.Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS

2002 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Perusahaan Modal Ventura adalah salah satu lembaga keuangan non-bank yang perkembangannya sangat pesat di Indonesia. Perusahaan modal ventura melakukan kegiatan pembiayaan dengan pola penyertaan dan bagi hasil. Secara umum penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan sistem bagi hasil yang diterapkan oleh Perusahaan Modal Ventura dan perbankan syariah di Indonesia, dengan studi kasus di sektor agribisnis. Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan modal ventura daerah, yaitu PT Sarana Yogya Ventura (PT SYV). Data yang diperoleh dari PT SYV berupa mekanisme sistem bagi hasil, besarnya dana yang disalwkan, dan besarnya prosentase modal yang disalurkan pada berbagai sektor, termasuk sektor agribisnis. Data-data tersebut diperoleh dengan cara wawancara dan juga dari data sekunder baik dari perusahaan sendiri maupun dari luar perusahaan. Sebagai bahan pembandingnya data mekanisme sistem bagi hasil yang diterapkan oleh perbankan syariah di Indonesia didapat dari telaah studi pustaka dan juga dari hasil rangkuman berbagai forum yang diikuti penulis. Sistem bag hasil yang diterapkan oleh PT SYV pada permulaannya sama dengan prinsip yang ada pada perbankan syariah, yaitu dengan diterapkannya sistem bagi hasil “murni”. Perkembangan selanjutnya adalah dengan diterapkannya sistem bunga atau “konversi”, yaqg mensyaratkan bunga sebesar 19% tiap bulan, seperti pada perbankan konvensional. Pelaksanaan sistem bagi hasil murni kurang diminati Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) karena adanya beberapa kendala di antaranya adalah masalah laporan keuangan. Sementara itu sistem bagi hasil pada PT SYV dilaksanakan tanpa adanya jaminan (colluterul), dan bagi hasil berupa barang. Besarnya modal pokok yang kembali pada sistem bagi hasil murni adalah 16%, sedangkali sistem konversi 94%. PT SYV pada tahun anggaran berjalan 1995-200 1 telah menyalurkan dana sebesar 50 Milyar rupiah, dengan penyerap modal terbesar pada sektor perdagangan yaitu sebesar 20 Milyar rupiah (40%). Sementara itu untuk sektor usaha lainnya terbagi merata masing-masing sebesar 5 Milyar rupiah ( 10%).

Venture Capital Company is the one of the financial corporation non- Bank, which highly developed in Indonesia. Venture capital companies are using equity participation and profit sharing systems in financing operational, generally. The objective of this research is to determine the similarities and differences in profit sharing system in agribusiness sector that used in venture capital companies and in Shariah Banks. The research was done at one of the region venture capital company in DIY, namely PT Sarana Yogya Ventura (PT SYV). Required data tiom PT SYV are: the mechanism of the profit sharing systems, the contributed capital, and the percentage of capital that financed in all sector including agribusiness. The data had been taken by interview and from the secondary data As comparative materials the mechanism data in profit sharing system that used in Indonesian Shariah Banks is taken from literature exploration and from the conclusion handout from other publications. The profit sharing system that applied in PT SYV at the first time seems to be similar with the principal in Islamic economic system, that is the ”pure” profit sharing system. The next development is in applying the “conversion” system, which regulate share in interest 19% per month, like the system in conventional bank. The pure profit sharing system injplemenfation is not attracted working partners company (PPU) because of some obstacles; one of it is income statement. The profit sharing system that PT SYV applied with no collateral and the share is in goods or commodity. Based on the capital return, the pure profit sharing system has percentage 16%, while the conversion system has percentage 94O,0. In the year of 1995-2001, PT SYV had financing in amount 50 Billion rupiahs with trading sector as the big absorbing capital in amount 20 Billion rupiahs (40Oi). While other sectors are divided equal amount in 5 Billion rupiahs ( 10%).

Kata Kunci : Agribisnis,Pembiayaan,Bagi Hasil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.