Laporkan Masalah

Inklusi dan Literasi Keuangan di Tengah Masyarakat ( Studi tentang Implementasi Program Inklusi dan Literasi Keuangan di Desa Bejiharjo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta )

FRISCHA ANGGASARI, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Literasi keuangan dan inklusi keuangan merupakan program Otoritas Jasa Keuangan untuk mengatasi rendahnya akses masyarakat di pedesaan terhadap layanan jasa keuangan formal. Program ini bekerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan formal, salah satunya melalui program Laku Pandai. Program literasi dan inklusi keuangan ini dipandang ideal untuk diterapkan pada masyarakat di pedesaan dengan tujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Disisi lain selama ini masyarakat telah mampu bertahan dengan nilai-nilai tradisional, sehingga nilai-nilai tradisional berdampingan dengan nilai-nilai modern melalui program literasi keuangan. Implementasi program dan kontradiksi antara nilai - nilai modern yang dibawa oleh pemerintah dengan nilai- nilai tradisional yang selama ini dianut oleh masyarakat menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di kawasan pedesaan Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Informan dari penelitian ini adalah masyarakat desa Bejiharjo yang mengikuti program pelatihan pengelolaan keuangan, serta para pelaku dalam program inklusi dan literasi keuangan di desa Bejiharjo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola-pola pengeloaan keuangan yang ada di tengah masyarakat serta jalannya program inklusi dan literasi keuangan di desa Bejiharjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan mengikuti kegiatan secara langsung, dari sumber tertulis dan dokumentasi. Selama ini masyarakat memiliki nilai-nilai tradisional yang menjadi jaring pengaman mereka, disisi lain literasi dan inklusi keuangan menyodorkan nilai-nilai modern pada masyarakat tradisional. Implementasi program literasi dan inklusi keuangan di desa Bejiharjo hanya menjadi sarana untuk lembaga keuangan formal merekrut nasabah baru di pedesaan, masyarakat pedesaan yang selama ini masuk dalam kategori unbanked menjadi obyek dari program literasi dan inklusi keuangan. Program ini belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat di pedesaan yang sebenarnya. Sehingga tujuan dari program ini untuk menggerakan roda perekonomian masyarakat di pedesaan melalui program literasi dan inklusi keuangan belum berjalan dengan semestinya, dan melalui program ini digunakan sektor lembaga keuangan formal untuk mendapatkan nasabah baru di pedesaan.

Financial literacy and inclusion is a program Otoritas Jasa Keuangan to overcome poor access people in rural areas to service of formal financial services. This program working with financial institutions formal, one of which is through program Laku Pandai. Program literasi and inc uhlusion financial are considered ideal to be applied to the community in rural area with the aim of enhancing the community s access to financial services formal. On the other side so far the community has been able to keep pace with traditional values of, so that traditional values of side by side with modern values through the program financial literacy. The implementation of the program and a contradiction between modern value brought by the government with traditional value during this is embraced by the community to be the focus of this research. The research was conducted in the rural area bejiharjo, karangmojo, the kidul.Informants from research is villagers bejiharjo follows a training program financial management, and investors in the inclusion and financial literacy in the village bejiharjo.The purpose of this research to know the models of financial management that is in the public and the program and financial literacy inclusion in the village bejiharjo.This research in a qualitative descriptive with the approach, data collection using interviews, observation to join the directly, from a written and documentation. So far the highest traditionally value be a safety net them, on the other side and financial literacy inclusion thrusting modernity value in the traditional society. The program financial literacy and inclusion in the village Bejiharjo just be a means of formal financial institutions recruit new account holders in rural area, rural communities that have been included in the category of unbanked into an object in this program. The program has not been able to answer the needs rural communities the truth. So the purpose of this program in order to run economy rural communities through the financial literacy and inclusion not run with should have been, and through programs is used the formal financial institutions to get new account holders in rural area.

Kata Kunci : Financial literacy, financial inclusion, financial services authority, the banking system, Informal safety nets.

  1. S2-2016-357023-abstract.pdf  
  2. S2-2016-357023-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-357023-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-357023-title.pdf