PENGARUH SIKAP KERJA, BEBAN KERJA, DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA PABRIK UNIT PRODUKSI ALUMUNIUM "SP" KOTA YOGYAKARTA
BAMBANG HERMAWAN, Prof. Dr. dr. Soebijanto; Dr. Ir. Widodo Hariyono, A.Md., M.Kes
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Peran tenaga manusia sampai saat ini merupakan hal utama dan paling penting dalam proses produksi, tidak sedikit proses produksi yang masih menggunakan peralatan manual yang melibatkan peran manusia, atau lebih dikenal dengan pekerjaan manual. Padahal manusia memiliki keterbatasan khususnya dari segi fisik sehingga dapat menimbulkan kelelahan. Ditemukan beberapa persoalan sebagian besar cara kerja tidak dilakukan secara tidak ergonomis seperti posisi kerja jongkok, teknik pengangkatan beban yang keliru, sifat pekerjaan yang cepat karena pekerja di tuntut untuk mengejar target pekerja berisiko mengalami kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh usia, masa kerja, status gizi, durasi tidur, kebiasaan merokok, sikap kerja dan beban kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja pabrik unit produksi "SP" Alumunium Kota Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini berjenis kuantitatif dan menggunakan metode observasional analitik dengan menggunakan studi cross sectional. Populasi berjumlah 153 orang, sampel diambil berdasarkan total sampling pada unit produksi pabrik "SP" Alumunium. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian: Dari hasil analisis yang dilakukan, usia dengan kelelahan kerja p value = 0,040 (p<0,05, OR=2,52), masa kerja dengan kelelahan kerja p value = 0,047 (p<0,05, OR=2,36), status gizi dengan kelelahan p value = 0,590 (p<0,05, OR=1,27), durasi tidur dengan kelelahan p value = 0,045 (p<0,05, OR= 0,045), kebiasaan merokok dengan kelelahan p value = 0,268 (p<0,05, OR= 1,61), sikap kerja dengan kelelahan p = 0,045 (p<0,05, OR=2,4), beban kerja dengan kelelahan p value = 0,013 (p<0,05, OR=3,18). Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik mengungkapkan variabel yang paling mempengaruhi diantara semua variabel yaitu sikap kerja p value=0,022 dengan tingkat risiko 3 kali lebih besar pada sikap kerja kategori berat dan usia p value= 0,019 dengan tingkat risiko 3 kali lebih besar pada orang usia >35 tahun. Dari hasil analisis regresi logistik bahwa usia (p = 0.019, OR = 3.13) and sikap kerja (p = 0.022, OR = 2.95) secara bersama-sama berpengaruh terhadap kelelahan kerja dengan nilai ROC = 0,67. Kesimpulan: Berdasarkan hasil diatas bahwa variabel usia, masa kerja, durasi tidur, sikap kerja dan beban kerja mempengaruhi kelelahan kerja sedangkan variabel status gizi dan kebiasaan merokok tidak mempunyai pengaruh terhadap kelelahan kerja. Kata kunci: beban kerja, faktor individu, kelelahan kerja, sikap kerja.
ABSTRACT Background: The role of human source been the most important issue in production process while many production processes still using manual tools which also need human skill. Human has a physical limitation that might occurs tiredness. Some problems found that most of the work is not done by ergonomic working position as the squat, load lifting techniques erroneous nature of the work fast because the workers are in demand for the pursuit of targets workers at risk of accidents. Research Purpose: The purpose of this study is to determine the effect of age, length of employment, nutritional status, duration of sleep, smoking habits, attitude on work, workload against fatigue on workers factory production unit at "SP" Aluminum Yogyakarta. Research Method: This study is an observational study using cross sectional study with 153 people as population. Sample taken based on the total sampling on factory production unit of "SP" Aluminum. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyzes. Result: The result of analysis shown that relation between fatigue working age with p value = 0.040 (p <0.05, OR =2.52), length of employment with job burnout p value = 0.047 (p <0.05, OR = 2.36), nutritional status and fatigue p value = 0.590 (p <0.05, OR =1.27), duration of sleep and fatigue p value = 0.045 (p < 0.05, OR = 0.045). smoking and fatigue p value = 0.268 (p <0.05, OR =1.61), work attitude with fatigue p value = 0.045 (p <0.05, OR =2.4), workload and fatigue p value = 0.013 (p <0.05, OR = 3.18). Multivariate analysis using logistic regression revealed the variables that most influence among all the variables is work attitude p value = 0.022 with a degree of risk three times greater in work attitudes, weight categories and age p value = 0,019 with the risk level three times greater in people with age > 35 years old. The results of logistic regression analysis showed that age (p = 0.019, OR = 3.13) and work attitude (p = 0.022, OR = 2.95) were statistically significant together to fatigue with ROC value = 0,67. Result: Based on the results that the variable of age, years of service, duration of sleep, working attitude, workload effects tiredness on work, while variable of nutritional status and smoking habits has no effect on fatigue. Keywords : workload, individual factors, fatigue, work attitude.
Kata Kunci : Kata kunci: beban kerja, faktor individu, kelelahan kerja, sikap kerja.