PERUBAHAN NILAI Ba PADA PELVIC ORGAN PROLAPSE QUANTIFICATION (POPQ) TERHADAP KUALITAS BERKEMIH PRE DAN PASCAOPERASI KOLPORAFI ANTERIOR PADA PASIEN SISTOKEL
IZWIN RAMADONA, dr. Rukmono Siswishanto, M.Kes., SpOG(K); dr. Nuring Pangastuti, SpOG(K)
2016 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Kebidanan dan Penyakit KandunganPerubahan Nilai Ba pada Pelvic Organ Prolapse Quantification (POPQ) Terhadap Kualitas Berkemih Pre dan Pascaoperasi Kolporafi Anterior pada Pasien Sistokel Izwin Ramadona Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ABSTRAK Latar belakang: Prolaps anterior dikenal juga sebagai sistokel sering dijumpai gejala gangguan berkemih yang meliputi stress urinary incontinence (SUI), urge urinary incontinence, frequency, urgency, retensi urin, infeksi saluran kemih berulang, bahkan terganggunya fase pengisian kandung kemih. Pada sistokel penilaian POPQ difokuskan pada titik Ba yang menentukan stadium sistokel, sehingga diperlukan tindakan operasi kolporafi anterior pada stadium dengan gangguan berkemih yang nyata. Tujuan: Untuk mengetahui apakah perubahan nilai Ba lebih dari 4 cm pasca operasi kolporafi anterior dapat meningkatkan kualitas berkemih pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan pretest-postest design dengan cara mengukur nilai Ba dan kualitas berkemih (skor UDI-6) pasien sistokel sebelum dan sesudah kolporafi anterior. Perubahan nilai Ba dibandingkan dengan perubahan kualitas berkemih pascaoperasi. Hasil: Didapatkan 20 subjek penelitian dari Januari s/d Juli 2016yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat perbedaan bermakna antara kualitas berkemih dan perubahan nilai Ba sebelum dan setelah operasi minggu 2 dan minggu 6 (p<0,001). Dari analisis bivariat tidak terdapat perbedaan kualitas berkemih pada perubahan nilai Ba >4 cm dibandingkan �4 cm p=0,34 (RR 1,43; CI 95% 0,61-3,37). Variabel umur, IMT dan paritas tidak ada perbedaan bermakna mempengaruhi kualitas berkemih sebelum dan sesudah operasi dengan masing-masing (p=0,12, p=0,62, p=0,27). Dari analisis regresi logistik variabel perubahan nilai Ba dan variabel luar umur, IMT dan paritas tidak didapatkan perbedaan bermakna secara statistik terhadap kualitas berkemih. Kesimpulan: Perubahan nilai Ba lebih dari 4 cm dari nilai awal pada pasien yang dilakukan kolporafi anterior tidak meningkatkan kualitas berkemih. Kata kunci: Nilai Ba, kualitas berkemih, kolporafi anterior.
Ba Value Changes in Pelvic Organ Prolapse Quantification (POPQ) on the Voiding Quality Pre and Postoperative Anterior Colporrhapy in Patients with Cystocele Izwin Ramadona Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine Gadjah Mada University, Yogyakarta ABSTRACT Background: Anterior Prolapse also known as cystocele are common symptoms of urinary disorders that include stress urinary incontinence (SUI), urge urinary incontinence, frequency, urgency, urinary retention, recurrent urinary tract infections, and even disruption of the bladder filling phase. In cystocele POPQ assessment focused on Ba value to determine staging of cystocele, so that the necessary to do anterior colporrhapy surgery for patient cystocele any staging with a real urinary disorders.. Objective: To determine whether a change Ba value more than 4 cm postoperative anterior colporrhapy can improve voiding quality. Methods: This study used a pretest-posttest design with a way of measuring the value of Ba and voiding quality (UDI-6 score) in cystocele patients before and after anterior colporrhapy. Ba value changes compared with changes in postoperative of voiding quality. Results: There were 20 subjects of research from January until July 2016 who met the inclusion criteria.. There are significant differences between the voiding quality and changes Ba value before and after surgery for week 2nd and week 6nd (p<0.001). From the bivariate analysis there were no differences in changes in the value of voiding quality Ba> 4 cm compared �4 cm p = 0.34 (RR 1.43; 95% CI 0.61 to 3.37). Age, BMI and parity no significant difference affects the voiding quality before and after surgery with respectively (p= 0.12, p= 0.62, p=0.27). From a logistic regression analysis of variables change in value of Ba and external variables of age, BMI and parity is not found statistically significant difference the voiding quality. Conclusion: Changes in the value of Ba more than 4 cm from baseline in patients who underwent anterior colporrhapy not improve the voiding quality.
Kata Kunci : Ba value, voiding quality, anterior colporrhapy.