REDUKSI INEFISIENSI OPERASIONAL BONGKAR MUAT PELABUHAN
R. HENDRO MULYO S., Hargo Utomo, Dr., M.B.A., M.Com.
2016 | Tesis | S2 ManajemenPersaingan antar pelabuhan dan moda transportasi lain serta tuntutan peningkatan peran dalam rantai pasok regional maupun global, mengharuskan pelabuhan untuk meningkatkan daya saing pelabuhan yang salah satunya dapat dilakukan dengan cara mereduksi permasalahan penyebab inefisiensi yang terjadi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya inefisiensi, kemudian merumuskan solusi alternatif yang dapat dilakukan PT. Terminal Peti Kemas Semarang agar inefisiensi yang terjadi dapat terreduksi. Hasil identifikasi permasalahan menggunakan Port Performance Indicator menunjukkan bahwa ketersediaan peralatan penunjang bongkar-muat, kualitas sumber daya manusia, kompleksitas materials, ketepatan metode, dan inkonsistensi lingkungan, merupakan permasalahan yang dapat menurunkan efisiensi dan performa dari Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS). Perumusan solusi alternatif yang didasarkan pada analisis menggunakan Diagram Pareto menunjukkan bahwa pengelola pelabuhan harus melakukan reduksi terhadap terjadinya penundaan sandar, kerusakan krane peti kemas, dan tunggu sandar. Reduksi penundaan sandar dapat dilakukan dengan meningkatkan fleksibilitas tata kelola pelabuhan, meningkatkan komunikasi personal terhadap agen/forwader, pembuatan kontrak baru, dan mengadakan pelatihan tentang mitigasi risiko untuk penjadwalan. Reduksi terjadinya kerusakan krane peti kemas dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pemeliharaan dari krane yang sudah berumur, dan membeli krane baru dari produsen yang memiliki kredibilitas baik dan terpercaya jika dimungkinkan. Reduksi terjadinya tunggu sandar dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh dan komperhensif, terutama dengan melakukan reduksi terhadap terjadinya penundaan sandar dan kerusakan krane peti kemas yang merupakan permasalahan utama TPKS.
Competition between ports and different modes of transport, within enhance participation in regional and global supply chain, have special essence for the port to increase their competitiveness which could be done by reduced the problem which caused inefficiency that happen. The aim of this paper is to identify the root of inefficiency and proposes an alternative solution which can be done by PT. Terminal Peti Kemas Semarang. Port Performance Indicator analysis shows that loading-unloading tools availability, manpower quality, materials complexity, the right method, and inconsistency of the environment can decrease efficiency and performance of Semarang Cont ainer Terminal. The alternative solution based on Pareto Chart analysis shows that port authorities should decrease the frequency of berth-delaying, failed container cranes, and berth-waiting. Reduction of berthdelaying can be done by increase the port governance flexibility, increase personal communication to a forwarder, made of the new contract with the customer, and arrange workshop of risk mitigation for the employee. Reduction of failed container cranes can be done by increase the frequency of maintenance and buy the new cranes from the trusted and recommended seller if possible. Reduction of berth-waiting can be done by doing comprehensive improvement, essentially by do the reduction of berth-delaying and failed container cranes which are the main problem of TPKS.
Kata Kunci : Bongkar-muat, Pelabuhan, Inefisiensi, Daya Saing, Port Performance Indicator, Diagram Pareto, Analisis Sebab-akibat