Laporkan Masalah

Penawaran serealia di propinsi Kalimantan Tengah

PURWANTO, Budi, Dr.Ir. Slamet Hartono, MSc

2002 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Serealia merupakan sumber bahan pangan pokok bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Luas tanam sub sektor pertanian tanaman pangan di Kalimantan Tengah umumnya didominasi oleh pertanaman serealia yaitu padi dan jagung. Selama enam belas tahun terakhir produksi mengalami peningkatan, walaupun peningkatan produksi padi tidak secepat pa& peningkatan produksi jagung. Pcnclitian ini bertujuan untuk ( 1 ) inengclahui pciiguruh jxrubahan harga serealia, penggunaan pupuk, i klim, dan lokasi kabupaten tcrhadap penawaran serealia, baik penawaran luas panen, produksi tnaupun penawaran pada produktivitas untuk jangka pendek dan jangka panjang, (3) inetnbandingkan tingkat penawaran serealia di berbagai lokasi kabuaptedkota di Kalimantan Tengah, baik penawaran luas panen, produksi maupun penawaran produktivilas. Penelitian ini menggunakan data sekunder runtut waktu dari tahun 1985 sampai dengan tahun 2000. Analisisnya adalah fungsi penawaran dengan model penyesuaian parsial Nerlove dalam bentuk logari ttna ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang inempengaruhi penawaran serealia adalah harga serealia, curah hu-jan, penggunaan pupuk, dan dutn/?zy wilayah. Elastisitas harga dan elastisitas yenggunaan pupuk untuk jangka panjang menjadi semakin inelastis pada penawaran produktivitas padi sawah dan luas panen padi ladang, tetapi menjadi semakin elastis untuk penawaran produktivitas padi ladang. Sedangkan untuk jagung elastisitas harga, curah hujan dan penggunaan pupuk untuk penawaran #luas panen, produksi, dan produktivitas jangka panjang menjadi semakin elastis. Hal ini menunjukkan bah\va penawaran padi sawah dan padi ladang untuk jangka panjang kurang menguntungkan, sedangkan untuk penawaran jagung lebih menguntungkan. Kabupaten Kapuas memberikan penawaran padi sawah lebihs tinggi dibandingkan kabupaten lainnya di Kalimantan Tengah, sedangkan penawaran padi ladang tertinggi dilakukan oleh Kabupaten Barito Utara. Untuk penawaran jagung terendah terjadi di Kota Palangka Raya sedangkan yang tertinggi untuk has panen, produksi dan produktivitas masing-ma Barito Selatan.

Cereal is source of primer food for people of central Kalimantan. Plantation area of sub sector food plant in central Kalimantan is commonly dominated by cereal i.e. paddy and corn. Sixteen years recently cereal production rise, however, rise paddy production is not as Fasl as corn. The research attempt to ( 1 ) analyze the effect of price change of'cereal, the use of fertilizer, climate, and regency area on cereal harvest area, production and productivity supply on short run and long run, (2) compare harvest area, production and productivity of cereal supply in different location in central Kalimantan. The research use time series data from 1985 to 2000. Parameter elasticity's estimated by supply function with Nerlove Adjustment Model in double log form. The result of the research indicates that cereal price, rainfall, the use fertilizer and dummy affect the cereal supply. The elasticity supply productivity wetland paddy and upland paddy to price and use fertilizer in long run are inelastic, but elastic for productivity supply of' upland paddy. For corn, price, rainfall and use fertilizer elasticity for supply harvest area, production and productivity in long run are elastic. This result indicates that supply of wetland paddy and upland paddy in long run is not profitable, conversely is profitable for corn. In Kapuas regency the supply of wetland paddy is higher then others regency in Central Kalimantan; the suppiy of upland paddy in North Harito is the highest. The lowest supply of corn is in Palangka Raya and the highest harvest area, production and productivity each in' West Kotawaringin, Kapuas and South Barito

Kata Kunci : Manajemen Agribisnis,Penawaran Serealia,Kalimantan Timur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.