Laporkan Masalah

Perubahan Rezim Schengen Menggunakan Mekanisme Layering

MUHAMMAD YUSUF ABROR, Dr. Diah Kusumaningrum, MA.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Perubahan Rezim Schengen Menggunakan Mekanisme Layering Rezim Schengen menghadapi beragam permasalahan kompleks selama berdiri. Adapun demikian, Rezim ini tetap dapat menjalankan fungsinya dengan baik terlepas dari adanya masalah yang timbul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa fungsi Rezim Schengen yang sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Tujuan Rezim Schengen yang pada mulanya fokus pada kerjasama ekonomi yang mulai berkembang. Saat ini isu keamanan non tradisional menjadi fokus utama. Adanya perkembangan isu menandakan bahwa terdapat kerjasama dalam kawasan Uni Eropa. Implikasi positif yang didapat oleh Negara Anggota menjadi faktor mengapa rezim ini masih eksis hingga saat ini. Amandemen dalam Rezim Schengen sendiri juga dilakukan sebagai strategi untuk merespon perkembangan isu. Masalah keamanan non-tradisional seperti terorisme, gelombang imigran, perdagangan manusia dan narkoba, serta tindak kejahatan menjadi perkembangan masalah yang muncul. Sebagai upaya untuk merespon isu tersebut maka Rezim Schengen menetapkan tiga regulasi tambahan yaitu; Visa Information System (VIS), Schengen Information System (SIS), dan Eurodac. Ketiga aturan tersebut hadir untuk melengkapi aturan lama, strategi melengkapi aturan lama dengan aturan baru sejalan dengan mekanisme layering. Adapun fungsi dari ketiga regulasi adalah; VIS memiliki otoritas untuk merilis visa serta izin tinggal yang diajukan oleh negara ketiga, SIS merupakan sistem keamanan di dalam rezim, kemudian Eurodac bertanggungjawab untuk menyimpan sidik jari para pencari suaka.

Layering Mechanism Depicted on The Changes of Schengen Regime Schengen Regime faces complex and yet various problem during its existence. Despite its fluctuation of complicated challenges, Schengen Regime remains stable and still able to perform its function. This research aims to reveal the function of Schengen Regime considering its well being performance. The economic cooperation that turns to be the core of the regime in the beginning is rapidly expanding. As for the present, non-traditional security issues are also considered as primary focus within the regime. The dynamic of issues that appear in the regime reflect European Union integration. The explanation shows that European countries remain to join Schengen Regime because of the positive feedback. Schengen Regime conducts amendment on its regulation to respond current issue. The obstacles that Schengen faces also changes to non-traditional security issues such as terrorism, refugees, human and drug trafficking, and criminality. Schengen Regime establishes three regulations as this follows; Visa Information System (VIS), Schengen Information System (SIS), and Eurodac as response of latest issue. The three regulations play its function to layer the basic regulation (CISA). The process of layering basic regulation with new rules as what reflected in Schengen Regime is in line with layering mechanism. The three regulations which are briefly explain as this follow perform its function as; VIS and SIS are regarded as the security system of the regime, and Eurodac aims to computing the refugees fingerprint. Keyword: Schengen Regime, Security, Layering Mechanism, Border, Free Movement.

Kata Kunci : Kata kunci: Rezim Schengen, Keamanan, Integrasi, Mekanisme Layering, Perbatasan, Bebas Bergerak / Keyword: Schengen Regime, Security, Layering Mechanism, Border, Free Movement.

  1. S2-2016-388872-abstract.pdf  
  2. S2-2016-388872-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-388872-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-388872-title.pdf