Laporkan Masalah

KEMITRAAN PARTISIPATIF SWASTA DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN WAKATOBI

NORMAYASARI, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc, Ph.D; Dr. Dyah Mutiarin, M.Si

2016 | Tesis | S2 Kajian Pariwisata

Kabupaten Wakatobi merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang sangat strategis untuk dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam program pembangunan tahun 2015, menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Selain itu, pada tahun 2015 Kabupaten Wakatobi telah resmi menjadi salah satu kawasan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan oleh Kementrian Pariwisata, yang bertujuan untuk menangani secara fokus, terarah dan terukur pengembangan destinasi prioritas di Indonesia melalui strategi terpadu. Oleh karena itu, penyelenggaraan pariwisata di Kabupaten Wakatobi memerlukan koordinasi setiap program yang dimiliki kepada para pemangku kepentingan yang ada, serta melibatkan partisipasi aktif yang sinergis antara pihak pemerintah, pihakswasta dan masyarakat lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui partisipasi dan bentuk kemitraan antara masyarakat lokal dan swasta dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan, kemudian menganalisis strategi dalam pengembangan model pengelolaan pariwisata yang bekelanjutan di Kabupaten Wakatobi. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriftif dengan pendekatan studi kasus dalam pelaksanaannya. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di pulau Hoga berada di level tertinggi, Wakatobi Dive Resort berada di level sedang, dan Patuno Resort berada di level terendah. Bentuk kemitraan yang terjalin di Patuno Resort dan Wakatobi Dive Resort adalah kemitraan inti plasma, sedangkan di pulau hoga kemitraan sub kontrak. Sinergi antara masyarakat lokal, pihak swasta dan stakeholders di masing-masing lokasi perlu ditingkatkan. Penguatan peran masing-masing pihak, menggali unsur-unsur daya tarik, dan membangun kapasitas masyarakat lokal melalui berbagai pelatihan merupakan salah satu strategi pengembangan yang dapat diterapkan.

Wakatobi is one of the leading tourist destinations in Indonesia, which its tourism potential is very strategic to be developed. Wakatobi Government, in development program in 2015, set the tourism sector as one of the leading sectors. In addition, in 2015, Wakatobi has officially become one of the regions of Sustainable Tourism Development by the Ministry of Tourism, which aims to address it in focus, targeting and measurable priorities destination development in Indonesia through a concerted strategy. Therefore, the implementation of tourism in Wakatobi requires coordination of every program that is owned by the stakeholders involved, as well as involvement of each active participation synergy among the government, private sectors and local communities. The purpose of this study is to determine participation and partnerships between local communities and the private sector in the management of sustainable tourism, then analyze the strategies in the development of a sustainable model of tourism management in Wakatobi. The study design used in this study was research qualitave descriptive case study approach in its implemetation. Data were collected by observation, indepth interviews,and literature. The results show that community participation in Hoga Island is at the highest level, Wakatobi Dive Resort is located at the medium level, and Patuno Resort is located on the lower level. Form of partnership that exists in Patuno Resort and Wakatobi Dive Resort is a partnership of plasma core, while on the Hoga Island is subcontracting partnership. The synergy among local communities, the private sector and stakeholders in each location needs to be improved. Strengthening the role of each party, exploring the elements of attractiveness, and building the capacity of local communities through a variety of training are some of the development strategies that can be applied.

Kata Kunci : Kemitraan partisipatif, bentuk kemitraan, strategi pengembangan / Partnership participation, partnerships, strategy development

  1. S2-2016-372952-abstract.pdf  
  2. S2-2016-372952-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-372952-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-372952-title.pdf