KINERJA KEGIATAN PENJANGKAUAN WARIA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT KELUARGA BESAR WARIA YOGYAKARTA (LSM KEBAYA) DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN HIV-AIDS DI YOGYAKARTA TAHUN 2015-2016
OLIVA VIRVIZAT P, dr. Yanri Subronto, Ph.D., Sp.PD-KPTI.; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Waria merupakan salah satu populasi kunci yang rentan terhadap infeksi HIV-AIDS. Penjangkauan populasi kunci merupakan kegiatan pertama dan utama dalam rangkaian penanggulangan HIV AIDS. LSM Kebaya tealah melakukan kegaitan penjangkauan tetapi belum terdokumentasi dengan baik. Tujuan: Mengetahui kinerja kegiatan penjangkauan waria LSM Kebaya dalam program penanggulangan HIV-AIDS di Yogyakarta tahun 2015-2016. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan di LSM Kebaya. Informan berjumlah 12 orang yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Yogyakarta, LSM Kebaya dan Waria dari CBO di Yogyakarta. Hasil: Kegiatan penjangkauan LSM Kebaya tahun 2015 belum memenuhi target nasional atau kurang dari 90% yaitu sebesar 41,86% atau 193 dari 461 waria yang ada di Yogyakarta. Sedangkan untuk tahun 2016 menjadi bagian upaya kegiatan kegiatan penjangkauan waria dari kegiatan penjangkauan waria LSM Vesta dalam program NFM di semester I (Januari-Juni 2016) 125 dari 106 waria yang ditargetkan. Cakupan VCT belum memenuhi target yaitu sebesar 71 dari 99 waria yang ditargetkan dan jumlah yang menjalani pengobatan ARV sejumlah 3 waria. Kesimpulan: Kegiatan penjangkauan waria LSM Kebaya dalam program penanggulangan HIV-AIDS telah dilaksanakan dengan baik sesuai visi LSM Kebaya, pedoman GWL-INA, SRAN dan NFM. Jarak dan transportasi dalam pemetaan wilayah, dana, job description, masih adanya stigma dan lemahnya sinergitas antar lembaga masih menjadi kendala di dalam kegiatan penjangkauan tersebut.
Background: Transgender is one of the vulnerable key populations of HIV-AIDS infection. Kebaya NGO has contributed to the prevention of HIV in Jogjakarta Province through outreaching the transgender community. Their acitivities and its obstacles, however, has never been well documented. Objective: To document the work performance of Kebaya NGOs in transgender outreach activities in Yogyakarta HIV-AIDS prevention program in the year 20152016. Method: This research used a qualitative method with in depth interview data collection techniques and conducted in Kebaya NGOs. The informants of this research were included 12 people, that consist of Health Office, AIDS Comission, Kebaya NGOs and transgender from Yogyakarta CBO. Results: outreach activities by Kebaya NGOs 2015 did not meet the national target (90%), i.e only reaching 41,86% (193 of 461 transgenders). Meanwhile in the first semester (January to June) 2016 outreach activities of Kebaya NGOs under the NFM program has met above target 125 of 106 transgender targeted. Kebaya did not meet the target of number of HIV tests (77 out of 99 tests). Furthermore there are only 3 patients that went and still on ARV treatment. Conclusions: Transgender outreach activities by Kebaya NGOs in HIV-AIDS prevention program has been executed well according the vision of Kebaya NGOs, GWL-INA guidelines, HIV National Strategy and Action and GF-NFM. Distance and transport in regional mapping, funding, job description, existing stigma, weak institutional synergy are some of the constraint faced in outreach activities.
Kata Kunci : Kinerja, Penjangkauan, Waria, LSM, HIV-AIDS, Performance, Outreach , Transgender, NGO