Laporkan Masalah

PENATAAN KELEMBAGAAN PRODUKSI UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAH STUDI KASUS PADA ASOSIASI PRIMA SEMBADA

ADHY SETIYANTO, Hargo Utomo, Dr., M.B.A., M.Com.

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Perilaku manusia merupakan pendorong untuk mengoptimalkan aktivitas di rantai nilai industri agribisnis. Suatu produk dalam industri agribisnis memiliki persaingan produk substitusi yang kompetitif, membuat kepastian produksi menjadi kunci dalam bersaing. Namun, kepentingan individual dalam perilaku manusia membuat mata rantai nilai industri agribisnis yang melibatkan beberapa lembaga bergerak secara individu. Hal itu berimplikasi pada ketidakpastian di rantai nilai seperti output berupa volume, kualitas, dan penjadwalan suatu produk menjadi tidak menentu. Objek penelitian adalah Asosiasi Prima Sembada yang merupakan lembaga produksi salak pondoh di Sleman. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi kelembagaan dan aktivitas kelembagaan produksi salak pondoh di Sleman. Selanjutnya adalah mengklasifikasi faktor kunci dalam kelancaran aktivitas kelembagaan produksi. Tujuan terakhir adalah mereformulasi faktor kunci dalam kelembagaan produksi untuk mendukung keberlanjutan produksi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan konsep rantai nilai dan kesesuaian sumber daya bukan keuangan. Langkah awal analisis adalah mendeskripsi perilaku petani kemudian menerjemahkan perilaku tersebut kedalam tujuan asosiasi. Selanjutnya adalah menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan dengan penanganan berupa reformulasi asosiasi. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga poin kendala dalam penelitian yang diklasifikasi, yaitu perilaku petani yang memiliki komitmen rendah, adanya keterbatasan sumber daya manusia didalam manajemen, dan penerapan biaya pengawasan. Solusinya adalah reformulasi internal berupa penambahan dua tim didalam divisi yang sudah ada di asosiasi dan dua divisi baru untuk mengontrol kepastian produksi.

Human behavior is a driving force to optimize the activities in the value chain of agribusiness industry. A product in agribusiness industry has a competitive product substitution, make certainty production be key in competing. However, individual interest in human behavior makes the agribusiness industry value chain involving several moving agencies individually. It has implications for the uncertainty in the value chain such as the volume output, quality, and product scheduling becomes unpredictable. The object research is Asosiasi Prima Sembada, the agency pondoh production in Sleman. The aim of this study is to describe the institutional and the activities pondoh production in Sleman. Furthermore, classifying a key factor in the smooth production of institutional activity. The last step is to reformulate the production key factor to support the sustainability. The analysis in this study uses the concept of value chain and non-financial resource fit. The initial step is the analysis of the behavior description of the farmer then translates into the goal of the association. Next is outlined steps to achieve the goal by handling such reformulation of the association. The results showed there was a three-point constraints in classified research, that the behavior of farmers who have low commitment, their limited human resources in the management and supervision of the implementation costs. The solution is a reformulation of the internal form of the addition of two teams in the divisions that already exist in the association and the two new divisions to control production certainty.

Kata Kunci : Kepastian Produksi, Lembaga, Rantai Nilai, Kesesuaian Sumber Daya Bukan Keuangan, Perilaku Petani, dan Reformulasi Internal. Production Certainty, Institution, Value Chain, Non-Financial Resource Fit, Farmer Behavior and Internal Reformulation.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.