Laporkan Masalah

Kemampuan pembiayaan membuat alat pengering (Kiln Dryer) pada industri kecil mebel kayu di Kalimantan Tengah

SYAMSURIJAL, Dr.Ir. Irham, MSc

2002 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Problem utama Industri Kecil (IK) Mebel Kayu di Kaliinantan Tenyah adalah produknya masih kalah bersaing denyan produk-produk dari luar Kalimantan Tengah terutama dari pulau Jawa, kareiia setelah dipakai beberapa biilan akan pecah-pecah dan renygang serta lepas sambungantiya. tlal ini karena pengeringan kayu yang dilakukan selama iiii hanya dengan sinar iiiataliari yany hanya mampu menurunkan kadar air kayu sampai 19% saja, sedangkan kadar air minimal iintiik produk mebel kayu di Indonesia adalah 5 14% dan iintiik ekspor < 10%. Oleh sebab itii agar produk mebel yang dihasilkan meningkat inutunya dan bisa bersaing di pasar regional, nasional maupun intemasional. mau tidak mail IK Mebel Kayu di Kaliinantan Tengall liarus rnenggunakan alat pengering kayu (Kiln Dryer) untuk mengeringkan kayu yang akan dijadikan bahan baku. Penelitian ini mengkaji kelayakan finansial (dari segi Payback Period, Net Preseiit Value, Internal Rate of Return, dan Net Benefit Cost Ratio) dan I.reuntiuig~i/pendapatans erta analisis ketnatnpuan I K Mebel Kayii di Kalimantan Tengah dalam membuat atau bila menggunakan Kiln / l y e r tersebut. Hasil analisis inentinjiikkan bahwa penggunaan Kiln Dryer akan meningkatkan keuntungan pengusaha IK Mebel Kayu yang disebabkan oleh : peningkatan penerimaan akibat harga jual produk meningkat, adanya tambahan penerimaan yang didapatkan dari jasa pengeringan kayu, prospek yang lebili cerdi dengan harapan produk &an mampu bersaing baik di pasar regional, riasional atau internasional. Melihat rata-rata keuntungan isa aha dan pendapatan lieluarga 1 K Mebel Kayu tersebut, dan dibandingkan 'dengan harga Kill7 / l ~ v r , pembelian/ penggutiaan Kiln flryer secara individu dipandang tidak menguntungkan. Sebaiknya pernbelian/penggunaan Kiln Dyer dilakukan secara kelompok, untuk IK Mebel Kayu Strata Kecil terdiri dari 14 penisahaan, Strata Menengah 8 perusahaan, dan Strata Besar 4 perusahaan

The main problem for Small Industry (SI) of Wooden Furniture in Central Kalimantan is that the products are still defeated competing against those produced out of Central Kalimantan, especially those from Java Island, because those used several months later will be cracked and distanly spaced and seperated in connection. It happens because the drying held recently by solar light is able to reduce only 19% degree water content, while the minimum water content of wooden furniture product in Indonesia is < 14% and for exporting 1 O0/o. Hence, in order the fbrniture product produced increase the quality and can compete in either regional, national or international markets, S1 of Wooden Furniture in Central Kalimantan should use the Kiln Dryer for drying wood becoming the raw mat eri a1 s . This research studies about the financial reasonability (froin the point of Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, and Net Benefit Cost Ratio) and the benefithevenue and cavability analysis on SI of Wooden Furniture in Central Kalimantan in producing them or if using the Kiln Dr)ier. The analysis result shows that the use of Kiln Dryer will increase the businessmen’s profitability on S1 of Wooden Fumiture caused by : the revenue increase as the effect of increasing product sales, the exsistence of revenue added froin the wooden drying service, more bright prospect with the product expectation will be able to compete either in regional, national or international markets. Based on the average of bussness revenue and the family revenue on Si of Wooden Furniture, and compared with the Kiln Dryer cost, puchasduse of Kiln Dryer should be used in group, for that on SI of Small Strata Wooden Furniture consists of 14 companies, Middle Strata 8 companies, and Big Strata 4 companies.

Kata Kunci : Agribisnis,Alat Pengering,Industri Kecil Mebel Kayu,Pembiayaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.