Analisis usahatani dan investasi salak Nglumut di Kabupaten Magelang
KUSRINI, Novira, Dr.Ir. Irham, MSc
2002 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisTujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pendapatan dan keuntungan pengusahaan usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan dan tanaman lama, menilai kelayakan investasi pengusahaan Salak Nglumut dengan melihat aspek finansial serta menentukan analisis kepekaan. Usahatani Salak Nglumut Tanaman Perluasan adalah usahatani dengan menggunakan jarak tanam 4 x 2,5 m diselingi tanaman palawija dan sudah menggunakan irigasi pompa. Sedangkan Usahatani Salak Nglumut Tanaman Lama adalah usahatani dengan menggunakan jarak tanam 2 x 23 m tanpa diselingi tanaman palawiia dan tanpa menggunakan irigasi pompa. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus. Sedangkan penentuan sampel petani dilakukan dengan Metode Sensus yaitu mengambil semua petani peserta proyek atau petani yang mengadakan perluasan usahatani Salak Nglumut yaitu bejumlah 30 orang. Berdasarkan hasil perhitungan temyata pendapatan usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan per tahunnya sebesar Rp. 8.217.808 lebih besar danpada usahatani Salak Nglumut tanaman lama sebesar Rp. 7.783.1 29. Begitu pula keuntungan usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan juga lebih besar yaitu Rp. 6.760.210 dibanding tanaman lama sebesar Rp. 6.232.581. Perhitungan kelayakan Secara finansial temyata Net Present Value (NPV) usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan sebesar Rp. 74.502.901 sedangkan NPV usahatani Salak Nglumut tanaman lama sebesar Rp. 34.235.193. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan maupun tanaman lama layak untuk diusahakan karena nilai NW lebih besar dari 0. Kemudian Internal Rate of Return (IRR) dengan tingkat bunga sebesar 16 %, usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan sebesar 114,2 % sedangkan usahatani Salak Nglumut tanaman lama sebesar I 11,3 %. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan maupun tanaman lama layak karena nilai IRR lebih besar dad tingkat bunga yang berlaku. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) untuk usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan sebesar 5,9 sedangkan usahatani Salak Nglumut tanaman lama sebesar 43. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani Salak Nglumut tanaman perluasan maupun tanaman lama layak untuk diusahakan karena nilai Net Benefit Cost Ratio (Net BC) lebih M a r dari 1. Berdasarkan hasil analisi kepekaan menunjukkan bahwa dengan penurunan harga output 10 %, 20 %, 30 % dan kenaikan harga input 10 %, 20 %, 30 % investasi tetap layak untuk diusahakan dan dikem bang kan
The aim of this research are comparing income and profit m Salak Nglumut farm of old plant with income and profit in Salak Nglumut farm of expansion plant ; Evaluating feasibility of Salak Nglumut farm with looking at aspect of financial ; Determining analysis of sensitivity. Salak Nglumut farm of expansion plant is farm which used planting distance 4 X 2.5 m, changed by secondary to rice and it had used irigation and pump. Therefore Salak Nglumut farm of old plant is farm which used planting distance 2 x 2.5 m, not changed by secondary to rice and not used irigation and pump. This research used method of Case Study. Determination of farmer sample was done with method of Census which taked all farmers who become participant of project in the amount of 30 persons. Based on proceeds of calculation, in reality income in Salak Nglumut farm of expansion plant in year about Rp. 8.217.808. It's bigger than Salak Nglumut farm of old plant in year about RP. 7.783.129. Like Wise profit in Salak Nglumut fan of expansion plant in year about Rp. 6.760.210. IfS also bigger than Salak Nglumutfarm of old plant in year about Rp. 6.232.581. The calculation of feasibility in financial in reality Net Present Value (NPV) in Salak Nglumut farm of expansion plant in year about Rp, 74.502.901. Therefore Net Present Value (NPV) in Salak Nglumut farm of old plant in year about Rp. 34.235.193. It showed that Salak Nglumut farm of expansion plant although Salak Nglumut farm d old plant were acceptable to expanded because NPV is bigger than zero (0). Then Internal Rate of Return (IRR) with capital interest about 16 %, Salak Nglumut farm of expansion plant about 114.2 % therefore Salak Nglumut farm of old plant about 111.3 %. It showed that Salak Nglumut farm of expansion plant although Salak Nglumut farm of old plant were acceptable because IRR is blgger than capital interest. Afterward, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) in Salak Nglumut farm of expansion plant about 5.9. Therefore Salak Nglumut farm of old plant about 4.5. It showed that Salak Nglumut farm of expansion plant although Salak Nglumut fanh of old plant were acceptable to expanded because Net Benefrt Cost Ratio (Net B/C) is bigger than zero (0). Based on analysis of sensitivity, decline in price of output about 1Ph. 20%, 30% and increase in price of input about lo%, 20%, 30%. It showed that investment is acceptable to established and expanded.
Kata Kunci : Usahatani Salak Nglumut,Investasi,Kabupaten Magelang