Laporkan Masalah

Oligarki dan Representasi: Pola Kandidasi dan Kebijakan Partai Golkar dalam Mengawal dan Memfasilitasi Perempuan di DPR RI

MOCH IQBAL TANJUNG, Abdul Gaffar Karim M.A

2016 | Tesis | S2 Politik dan Pemerintahan

Tesis ini membahas tentang rendahnya tingkat keterwakilan perempuan di parlemen, melalui analisis kandidasi perempuan di internal Partai Golkar. Sebagaimana kita ketahui bahwa kebijakan kuota 30% caleg perempuan di parlemen sebagai upaya dalam mengakomodasi keterwakilan perempuan di parlemen belum memenuhi ekpektasi. Jumlah anggota legislatif perempuan hasil pemilu 2014 bahkan mengalami penurunan dibandingkan pemilu sebelumnya. Tesis ini menemukan sejumlah hal. Pertama, Rendahnya keterwakilan perempuan sangat terkait dengan hambatan-hambatan struktural maupun kultural yang menghambat akses perempuan terhadap dunia politik. Melalui analisis kandidasi menunjukkan bahwa meskipun partai politik merespon kebijakan affirmative action dengan baik secara administratif, namun kesenjangan antara perolehan kursi perempuan dan laki-laki di parlemen masih terasa. Hal tersebut disebabkan ketatnya persaingan internal caleg, pola kandidasi yang cenderung oligarkis, dan peran perempuan di parlemen sebagai output dari seleksi kandidat masih belum maksimal. Kedua, tesis ini menemukan bahwa salah satu faktor keberhasilan affirmative action adalah kinerja anggota legislatif perempuan. Kegagalan 82.4% caleg perempuan petahana Partai Golkar, sangat terkait dengan kinerja mereka sebagai anggota legislatif perempuan yang rata-rata belum optimal. Partai tak cukup maksimal mengawal dan memfasilitasi kinerja kader perempuan yang berada di parlemen. Kata Kunci: keterwakilan perempuan, kandidasi, parlemen

This thesis discusses about the low level of women's representation in parliament, through the analysis of women in internal candidation of Golkar Party. As we know that the policy of a quota of 30% women candidates in parliament as an effort to accommodate the representation of women in parliament has not met expectations. The number of women legislators elected in 2014 even decreased compared to previous elections. This thesis found a number of things. First, the low representation of women is strongly associated with structural barriers and culturally that impede women's access to politics. Through selection candidates analysis shows that although the political parties responded with an affirmative action policy administratively, but the gap between the number of seats of women and men in parliament are still big. That caused internal competition candidates, candidation patterns that tend oligarchic, and the role of women in parliament as an output of the selection of candidates is still not optimal. Secondly, this thesis found that one of the factors of success of affirmative action is the performance of women legislators. Failure 82.4% female candidates incumbent Golkar Party, is strongly associated with their performance as a female legislators who on average have not optimal.The party is not quite up to oversee and facilitate the performance of female members in parliament. Key word: Women representation, candidation, parliament

Kata Kunci : keterwakilan perempuan, kandidasi, parlemen

  1. S2-2016-372029-bibliography.pdf  
  2. S2-2016-372029-title.pdf