TEGANGAN DAN NEGOSIASI KONSTRUKSI IDENTITAS TIONGHOA MUSLIM DI MAKASSAR
ARIFUDDIN KUNU, Dr. Budiawan
2016 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi identitas orang Cina Tionghoa Muslim di Makassar. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana orang Cina Tionghoa Muslim mengonstrtuksi identitas mereka melalui interaksi, baik dengan sesama Tionghoa non-muslim dan Muslim non-Tionghoa. Penelitian ini merupakan penelitian multi disiplin berbasis Cultural Studies dengan menggunakan perpaduan sejumlah pemikiran terutama Stuart Hall, yakni tentang teori identitas dan Homi Bhabha tentang ruang antara (Liminalitas). Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis) dan wawancara mendalam sebagai metode analisis. Adapun objek penelitian mengambil empat informan dari komunitas Tionghoa Muslim. Hasil penelitian menemukan bahwa konstruksi identitas yang dibangun oleh orang Tionghoa Muslim melalui interaksi baik dengan sesama Tionghoa non muslim dan muslim non-Tionghoa adalah bersifat relasional. Bagaimana orang Tionghoa Muslim mengidentifikasikan diri mereka, akan dipengaruhi oleh 'self' dan 'other' yang dihadapi. Begitupun dengan segala bentuk ciri-ciri yang berorientasi pada peneguhan identitas. Temuan lain dalam penelitian ini adalah dalam hal menegosiasikan identitasnya, orang Tionghoa Muslim menerapkan bentuk akulturasi budaya berlapis, yang bisa ditemui pada perayaan Imlek. Pada lapis pertama, keislaman diakulturasikan dengan ketionghoaan. Kemudian pada lapis kedua, keislaman yang telah diakulturasikan itu, diakulturasikan kembali dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat lokal.
This study aims to determine how Chinese Tionghoa Muslim in Makassar constructs their identity. It also describes the construction of Chinese Tionghoa Muslim identity through interaction with fellow Chinese Tionghoa non-Muslim and non-Chinese Muslim. This study is multi-disciplinary-based cultural studies that using the number combination of ideas, especially Stuart Hall's theory about the identity and Homi Bhaba's theory about the space between (Liminality). This study uses critical discourse analysis and in-depth interview as method of analysis. The object of the study took four informants from the Chinese Tionghoa Muslim Community in Makassar. This study found that the construction of identities of Chinese Tionghoa Muslim in Makassar built through interaction with fellow Chinese Tionghoa non-Muslim and non-Chinese Muslim that are relational. The process of identified themselves influenced by the 'self' and 'other' they faced. It involves any form of characteristics that oriented with identity affirmation. Other finding in this study is, in negotiating their identity, the Chinese Tionghoa Muslim implement layered form of acculturation which can be found at Chinese New Year celebration. In the first layer, the Islamic culture acculturates with the Chinese culture. Then, in the second layer, the result of their acculturation re-acculturates with the value that exists in local community.
Kata Kunci : Identitas, interaksi, konstruksi, negosisasi, Tionghoa Muslim