ANALISIS BEBAN EKONOMI KASUS ENDEMIS CAMPAK DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2015
DIYAN NINA A. OROH, Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr. PH.; Dr. Yodi Mahendradatta.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Campak masih menjadi masalah di Provinsi DKI Jakarta sampai saat ini, bahkan pada tahun 2014 Provinsi DKI Jakarta menempati peringkapertama di Indonesia dengan 1.872 kasus. Salah satu yang menjadi dampak daripenyakit campak adalah menimbulkan dampak ekonomi terutama pada rumah tangga penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban ekonomi yang disebabkan oleh penyakit campak pada sektor rumah tangga di Provinsi DKIJakarta Tahu 2015. Metode: Jenis penelitian yaitu deskriptif dengan desain survey. Penelitian inibertujuan untuk menggambarkan seberapa besar beban ekonomi kasus endemiscampak pada sektor rumah tangga. Penelitian ini akan dilakukan di provinsi DKIJakarta tepatnya di 3 Wilayah Kota yaitu wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat danJakarta Timur. Besar sampel dari penelitian ini berjumlah 50 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu purposivesampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis ini akan menggunakan software STATA versi 12. Semua data akan di double entry atau di masukkan 2 kali dengan software MS Excel. Hasil: Total biaya langsung akibat sakit campak dari perspektif rumah tanggasebesar Rp. 14.199.650, dengan nilai rata-rata Rp. 283.993, nilai median Rp. 55.500dan nilai IQR Rp. 78.000. Total biaya tidak langsung akibat sakit campak dari perspektif rumah tangga sebesar Rp. 22.558.833 dengan nilai rata-rata Rp. 451.176, nilai median sebesar Rp. 341.666 dan nilai IQR sebesar Rp. 433.334. bahwa totabeban ekonomi akibat kasus campak endemis di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015sebesar Rp. 36.758.483 dengan nilai rata-rata per kasus Rp. 735.169. Kesimpulan: Total beban ekonomi akibat kasus campak endemis di Provinsi DKIJakarta Tahun 2015 sebesar Rp. 36.758.483, dimana biaya tidak langsung menyumbang 61% dan biaya langsung menyumbang 39% dari keseluruhan totabeban ekonomi akibat campak.
Methods: The research is descriptive with survey design. This study aims to describe how large the economic burden of endemic measles cases in the household sector. This study will be conducted in the provinces of Jakarta exactly in that City Region 3 North Jakarta, Central Jakarta and East Jakarta. The sample size of this study was 50 samples. The sampling technique used is purposive sampling nonprobability sampling. Data were collected using a questionnaire. This analysis will be using the software STATA version 12. All data will be in the double entry or enter two times with MS Excel software. Results: Total direct costs as a result of measles from the perspective of households amounted to Rp. 14.19965 million, with an average value of Rp. 283 993, the median value of Rp. 55,500 and Rp IQR value. 78,000. Total indirect costs due to measles from the perspective of households amounted to Rp. 22,558,833 with an average value of Rp. 451 176, the median value of Rp. 341 666 and IQR value of Rp. 433 334. that the total economic burden as a result of endemic measles cases in Jakarta in 2015 amounting to Rp. 36,758,483 with an average value per case Rp. 735 169. Conclusion: The total economic burden as a result of endemic measles cases in Jakarta in 2015 amounting to Rp. 36,758,483, where the indirect costs accounted for 61% and direct costs accounted for 39% of the total economic burden due to measles.
Kata Kunci : Beban Ekonomi, Kasus Campak Endemis, Rumah Tangga, s: Economic Burden, Measles Cases endemic, Household