Pola penataan trotoar di daerah perkotaan :: Studi kasus Kota Yogyakarta
SUNETH, Farouk, Ir. Dewanti, MS
2003 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiTrotoar yang seharusnya sebagai fasilitas untuk pejalan kaki sudah tidak dapat berfungsi secara maksimal, ini merupakan pemandangan sehari- hari yang dapat kita lihat di daerah perkotaan, dimana para pejalan kaki sudah tidak merasakan kenyamanan, keamanan dan keleluasaan dalam bergerak, karena pejalan kaki dengan sangat terpaksa harus berjalan di badan jalan karena trotoar telah dipakai untuk berdagang, parkir kendaraan bermotor, dan kegiatan lainnya. Untuk bisa selamat sampai di tujuan, pejalan kaki harus pandai-pandai melihat situasi karena area trotoar hanya tersisa sedikit bahkan tidak tersisa bagi mereka untuk berjalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan trotoar berdasarkan kelas fungsional jalan pada daerah perkotaan, menganalisis hubungan volume, kecepatan dan kepadatan pejalan kaki pada trotoar berdasarkan kelas fungsional jalan pada daerah perkotaan dan menganalisis pola penataan trotoar berdasarkan kelas fungsional jalan pada daerah perkotaan di Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data kecepatan dan volume pejalan kaki, serta data penggunaan trotoar. Statistik Deskriptif digunakan untuk menganalisis data penggunaan trotoar, dan analisis regresi linear untuk menganalisis hubungan kecepatan dan volume pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kegiatan pedagang kaki lima terbagi menjadi pedagang barang dan pedagang jasa di trotoar. Pola penggunaan trotoar di jalan Arteri Sekunder menggunakan pola I dan II, untuk jalan Kolektor Sekunder terdapat pola I, II, III dan IV. Jalan Arteri Sekunder Hubungan kecepatan dan kepadatan di jalan Solo adalah y = 57.85 – 25.97 x, di jalan C. Simanjuntak adalah y = 51.78 – 36.71 x. Sedangkan hubungan antara kecepatan dan volume pejalan kaki di jalan Solo adalah y = 58.154 – 0.161 v, di jalan C. Simanjuntak adalah y = 62.657 – 1.114 v. Untuk pola penataan di jalan Solo, PKL tidak di ijinkan untuk melakukan kegiatan diatas trotoar, jalan C. Simanjuntak penggunaan lebar trotoar untuk PKL 1.65 m. Jalan Kolektor Sekunder, hubungan kecepatan dan kepadatan di jalan Hayam Wuruk adalah y = 98.11 – 393.8 x, jalan Pasar Kembang adalah y = 41.49 – 4.16 x. Sedangkan hubungan antara kecepatan dan volume pejalan kaki di jalan Hayam Wuruk adalah y = 80.864 – 1.154 v, jalan Pasar Kembang adalah y = 41.53 – 0.217 v. Untuk pola penataan di jalan Hayam Wuruk lebar trotoar untuk pejalan kaki 1.5 meter, untuk pedagang kaki lima 3.5 meter. Sedangkan untuk jalan Pasar Kembang lebar trotoar untuk pejalan kaki 1.5 meter, untuk pedagang kaki lima 0.6 meter
Pavement ought to be a pedestrian facility, which not functioning maximally anymore, according to the daily occurence in the downtown. The pedestrian have feel not comfortable and safe even they cannot move freely, because the pedestrian have to walk on the road, in case of the pavement area used by merchants, parking and other activities. To survive until the destination, the pedestrian have to be clever enough regarding to the situation mentioned, the pavement area only remaining a little or never remain for them to walk. To know the pavement utilization, analysing the relation of volume, speed and density of pedestrian, including the structuring pattern analysis of pavement according to the functional class of road at the urban area of Yogyakarta were the objectives of this research. This research did by collecting speed and pedestrian volume data including the pavement utilization data. Descriptive-statistic test did to analyze the pavement utilization data, and the linear-regression test analyzed the relation of speed and pedestrian volume. The result of this research indicated that the activity of merchant at the pavement divided to merchandise and service. The pattern of pavement utilization at Secondary-artery road classification used the pattern of I and the pattern of II. The Secondary collector used the pattern of I, II, III and IV. The Secondary-artery road classification analysis result were mentioned as the relation of speed and pedestrian density at Solo road was y = 57.85 – 25.97x, and the C. Simanjuntak road was y = 51.78 – 36.71x, while the relation of speed and pedestrian volume at Solo road was y = 58.154 – 0.161v, and the C. Simanjuntak road was y = 62.657 – 1.114v. The road classification structuring pattern of pavement above were no merchants (PKL) at the pavement of Solo road and they permitted to use 1.65 m of pavement width at C. Simanjuntak road. The result of the Secondary-collector road classification analysis were mentioned as the relation of speed and pedestrian density at Hayam Wuruk road was y = 98.11 – 393.8x, and the Pasar Kembang road was y = 41.49 – 4.16x. While the relation of speed and pedestrian volume at Hayam Wuruk road was y = 80.864 – 1.154v and the Pasar Kembang road was y = 41.53 – 0.217v. The structuring pattern of pavement for this classification of road were 1.5 metre of pavement width used by the pedestrian and 3.5 metre for the merchant at the Hayam Wuruk road, while 1.5 metre of pavement width used by the pedestrian and 0.6 metre for the merchant
Kata Kunci : Trotoar,Pola Penataan,Daerah Perkotaan