Laporkan Masalah

HUBUNGAN GANGGUAN TIDUR DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SLEMAN

MURTAFIQOH HASANAH, DR.dr. Cempaka Thursina, Sp.S(K).; dr. Pernodjo Dahlan, Sp.S(K)

2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT SYARAF

Prevalensi gangguan kuantitas dan kualitas tidur anak usia sekolah dasar semakin meningkat sehingga mempengaruhi performa akademik. Deprivasi tidur kronis pada masa tumbuh kembang menyebabkan gangguan maturasi berbagai area otak, khususnya korteks prefrontal. Penelitian mengenai hal tersebut masih jarang dilakukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan proporsi gangguan tidur pada murid SD di Kabupaten Sleman yang memiliki rerata nilai TKM tinggi dan rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang, dengan subjek murid SD Negeri di Kabupaten Sleman DIY yang dipilih secara acak dan memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Gangguan tidur ditentukan berdasarkan Sleep Disturbance Scale for Children yang telah divalidasi ke dalam bahasa Indonesia. Variabel tergantung adalah rerata nilai Tes Kendali Mutu/TKM) tinggi dan rendah berdasarkan tingkatan kelas subjek penelitian. Analisis statistik bivariat uji komparatif menggunakan uji chi-square sehingga nilai p. Nilai p <0,05 dianggap bermakna. Rasio Prevalens (RP) menunjukkan estimasi risiko relatif untuk mengidentifikasi apakah variabel yang diteliti dapat menjadi faktor risiko pada suatu studi potong lintang. Jumlah subjek penelitian sebanyak 105 orang usia 7-11 tahun dengan 52 orang (49.5 %) memiliki rerata nilai TKM rendah dan 53 orang (50.5%) memiliki rerata nilai TKM tinggi. Hasil analisis statistik tidak didapatkan perbedaan bermakna proporsi gangguan tidur pada rerata nilai TKM rendah dan tinggi (p=0.604, RP= 1.273). Sementara perbedaan proporsi bermakna ditemukan antara variabel tingkat inteligensi, jenis kelamin, motivasi belajar, keikutsertaan ekstrakulikuler, dan adanya riwayat gejala perilaku dengan rerata nilai TKM rendah dan tinggi. Murid SD di Kabupaten Sleman yang mengalami gangguan tidur memiliki rerata nilai Tes Kendali Mutu (TKM) rendah meskipun tidak signifikan. Faktor yang dapat memodifikasi rerata nilai TKM pada murid SD di Kabupaten Sleman adalah tingkat inteligensi, motivasi belajar, keikutsertaan ekstrakulikuler dan riwayat mengalami masalah perilaku.

Increasing prevalence of sleep disturbances of elementary school children so affect academic performance. Chronic sleep deprivation during developmental maturation disorder causes dysfunction of various areas of the brain, particularly the prefrontal cortex. Research on this are still rare in Indonesia. This study aims to know is there any difference in the proportion of sleep disorders in primary school students in Sleman on academic achievement. This study design was cross-sectional, with the subject of elementary school pupils in Sleman DIY randomly selected and meet the criteria for inclusion or exclusion. Sleep disorder is determined by the Sleep Disturbance Scale for Children that have been validated in Indonesian. The dependent variable is the average value of the Tes Kendali Mutu/TKM) high and low based on class level of research subjects. Bivariate statistical analysis of the comparative test using chi-square test so that the value of p. A p value <0.05 was considered significant. The prevalence ratio (PR) showed relative risk estimates to identify whether the studied variables can be a risk factor in a cross-sectional study. The number of research subjects were 105 people aged 7-11 years with 52 (49.5%) had a mean value of TKM low and 53 (50.5%) had a mean value of TKM high. Statistical analysis found no significant difference in the proportion of students who had sleep disturbances in low and high mean value of TKM (p = 0604, RP = 1,273). While a significant difference was found between the proportion of variable levels of intelligence, gender, learning motivation, extracurricular participation, and a history of behavioral symptoms with a mean value of TKM low and high. Elementary school students in Sleman who had sleep disturbances was in lower academic achievement. Factors which may modify the mean value of TKM in elementary school students in Sleman is the level of intelligence, learning motivation, participation in extracurricular and a history of behavior problems.

Kata Kunci : Gangguan tidur, SDSC, prestasi akademik, Sleep Disturbances, SDSC, academic achievement


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.