Laporkan Masalah

WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN DISTRIBUSI PRODUK SNACKFOOD ANTARA PT. EFFEM FOOD INC DAN PT. EFFEM INDONESIA DENGAN PT. SMAK SNAK (Studi Kasus Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor : 89 Pk/Pdt/2010)

JOYFULL TOMUTUA ROMAULI, Prof. Dr. Edward O.S. Hiariei, S.H., M.Hum.

2016 | Tesis | S2 Hukum

Perjanjian hubungan bisnis dijalankan dengan kontrak atau perjanjian agar memiliki kekuatan hukum. Meskipun sudah memiliki perjanjian sering kali terjadi sengketa antar sesama rekan bisnis ataupun antar perusahaan yang terlibat didalam perjanjian tersebut. Dalam penelitian ini sengketa bisnis terjadi akibat dari wanprestasi yang dilakukan PT Effem Food Inc terhadap PT Smak Snak akibat dari perbuatan tersebut PT PT Smak Snak melakukan gugatan terhadap PT Effem Food Inc (Tergugat I) dan rekan PT Effem Indonesia (Tergugat II) yang merupakan rekan usaha PT Effem Food Inc. Tujuan penelitian adalah mengetahui akibat hukum yang ditimbulkan dalam perjanjian kerjasama apabila telah terjadi pelanggaran ketentuan klausula dalam perjanjian distribusi Produk Snackfood antara PT. Effem Food Inc dan PT. Effem Indonesia dengan PT. Smak Snak, Mengetahui resiko perjanjian distribusi antara PT. Effem Food Inc dan PT. Effem Indonesia dengan PT. Smak Snak, dalam meminimalisir risiko usaha yang dihadapi oleh para pihak dan mengetahui dasar pertimbangan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam putusan Studi Kasus Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor : 89 Pk/Pdt/2010 dalam perkara wanprestasi pada perjanjian kerjasama apabila telah terjadi pelanggaran ketentuan klausula dalam perjanjian distribusi Produk Snackfood antara PT. Effem Food Inc dan PT. Effem Indonesia dengan PT. Smak Snak. Dengan metode penelitian normatif yuridis dengan pendekatan kasus diketahui bahwa akibat hukum yang ditimbulkan dalam perjanjian kerjasama apabila telah terjadi pelanggaran ketentuan klausula dalam perjanjian distribusi Produk Snackfood antara PT. Effem Food Inc dan PT. Effem Indonesia dengan PT. Smak Snak memiliki kekuatan hukum mengikat sehingga para pihak wajib tunduk dan patuh pada putusan yang dijatuhkan. Perjanjian distribusi antara PT. Effem Food Inc dan PT. Effem Indonesia dengan PT. Smak Snak, belum dapat meminimalisir risiko usaha yang dihadapi oleh para pihak hal tersebut terkait dengan hal ini bisa dilihat terjadinya perbuatan wanprestasi yang dilakukan PT. Effem Food Inc dan PT. Effem Indonesia sehingga merugikan PT. Smak Snak. Resiko dari perjanjian yang wanprestasi ataupun perbuatan melawan hukum akan timbul gugatan pihak yang dirugikan. Dasar pertimbangan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam putusan Studi Kasus Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor 89 Pk/Pdt/2010 adalah perbuatan-perbuatan yang terbukti dilakukan oleh para Tergugat sebagai perbuatan melawan hukum tidak tepat dan tidak sesuai dengan KUH Perdata.

Business relationship agreement executed by contract or agreement that has the force of law. Although it already has a treaty disputes often occur among fellow business associates and between companies involved in the agreement. In this study occurred as a result of a business dispute default by PT Effem Food Inc. on PT Smak Snak consequences of such actions PT PT Smak Snak suing PT Effem Food Inc. (First Defendant) and fellow PT Effem Indonesia (second defendant), which is co PT Effem Food Inc. The purpose of the study was to determine the legal consequences arising in the agreement if there has been a violation of the clause in the distribution agreement between PT Snackfood products. Effem Food Inc. and PT. Effem Indonesia with PT. Smak Snak, Knowing the risks of a distribution agreement between PT. Effem Food Inc. and PT. Effem Indonesia with PT. Smak Snak, in minimizing the business risks faced by the parties and determine the consideration of the Supreme Court of the Republic of Indonesia in the decision Reconsideration Case Study Supreme Court Decision No. 89 Pk / Pdt / 2010 in the case of default on a cooperation agreement to infringements of the provisions of clause in the distribution agreement between PT Snackfood products. Effem Food Inc. and PT. Effem Indonesia with PT. Smak Snak. With the research method of the normative juridical approach note that due to the legal case brought in the agreement if there has been a violation of the clause in the distribution agreement between PT Snackfood products. Effem Food Inc. and PT. Effem Indonesia with PT. Smak Snak have binding force so that the parties shall be subject to and abide by the decision handed down. The distribution agreement between PT. Effem Food Inc. and PT. Effem Indonesia with PT. Smak Snak, yet can minimize the business risks faced by the parties it was related to this case can be a case of breach of contract by PT. Effem Food Inc. and PT. Effem Indonesia to the detriment of the PT. Smak Snak. The risk of default agreement or tort claim would arise injured party. The basic consideration of the Supreme Court of the Republic of Indonesia in the decision Reconsideration Case Study Supreme Court Decision No. 89 Pk / Pdt / 2010 are acts committed by the Defendants proven as an unlawful act is not appropriate and is not in accordance with the Civil Code.

Kata Kunci : Wanprestasi, Perjanjian, Distribusi, Default, Agreements, Distribution

  1. S2-2016-294963-abstract.pdf  
  2. S2-2016-294963-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-294963-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-294963-title.pdf