Laporkan Masalah

ANALISIS PEMBIAYAAN PROGRAM GIZI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

FERI OKTAVIA, Dr. dr. Mubasysyr Hasanbasri, MA.; Dr. rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Pembiayaan kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam sistim kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Hal ini menuntut Dinas Kesehatan mensinergikan program dengan ketersediaan dana untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Program kegiatan gizi diawali dari proses perencanaan dan komitmen, proses ini akan menentukan ketersediaan dana dan implementasi pemanfaatan dana. Tujuan Penelitian: Menganalisis pembiayaan program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas dengan subyek penelitian pejabat struktural dan tenaga pelaksana gizi yang berperan dalam pembiayaan gizi. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen, kemudian dianalisa secara kualitatif. Hasil: Tingkat partisipasi masyarakat datang ke posyandu (D/S) sebesar 73,45%, cakupan pemberian kapsul vitamin A sebesar 84,51%, balita gizi kurang 9,7% dan ibu hamil KEK sebesar 5,2%. Kapasitas pelaksana perencanaan program gizi masih lemah, penetepan prioritas belum bejalan dan evaluasi sebatas penyerapan anggaran. Komitmen untuk pelaksanaan program gizi sudah ada. Ketersediaan dana program gizi sudah ada yang bersumber dari APBD dan BOK. Pemanfaatan dana masih banyak kepada petugas kesehatan. Kesimpulan: Anggaran program gizi tidak efektif digunakan untuk mencapai indikator yang ditetapkan, karena anggaran direncanakan lebih banyak pemanfaatannya untuk operasional petugas. Hal ini dikarenakan proses perencanan tidak melalui tahapan-tahapan perencanaan dan direncanakan oleh kapasitas petugas perencanaan yang masih lemah.

Background: Health financing is one of the important components in the health system to achieve the goal of health development. This demands Health Office to synergy program with availability of funds to achieve the target that has been set. Nutritional activities program starts from the process of planning and commitments, this process will determine the availability of funds and the implementation of the utilization of funds. Reasearch Objective: Analyse the financing of nutrition programs in the Anambas Islands District Health Office. Research Methods: This research used qualitative methods with case studies design. The research was conducted in the Anambas Islands District Health Office with the subjects of research of structural officials and personnel of the nutritionimplementing that play a role in the financing of nutrition. The collection of data with in-depth interviews and review of documents, then analyzed qualitatively. Result: The level of public participation into the posyandu (D/S) of 73,45%, vitamin A capsules granting coverage of 84,51%, 9.7% less nutrition toddler and pregnant KEK of 5.2%. Capacity of implementing a nutrition program planning is still weak, the determination of priority has not been run and a new evaluation of the extent of absorption of the budget. Commitment to the implementation of the nutrition program already exists. Nutrition program budget is sourced from a Regional Budget and BOK. Nutrition program budget is still widely used for travel. Conclusion: The nutrition program budget not effective to reach the indicator, because the budget was planned to be more use for operational officers. This is because planning process does not through the stages of planning and planned by a planning officer capacity that still weak.

Kata Kunci : Health Financing, Nutrition Program

  1. S2-2016-371485-bibliography.pdf  
  2. S2-2016-371485-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2016-371485-title.pdf