Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI GERAKAN DESA MEMBANGUN STUDI KASUS: DESA MELUNG DAN DESA DERMAJI KABUPATEN BANYUMAS

ADI MARDIYANTO, Prof. Dr. Yeremias T. Keban, S.U., MURP.; Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., MSc., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Pembangunan perdesaan bersifat multidimensional dan pelaksanaannya cenderung dari atas ke bawah (top down). Gerakan Desa Membangun (GDM) merupakan paradigma baru dalam pembangunan yang berusaha menempatkan desa sebagai subyek pembangunan dengan mengelaborasi pemanfaatan teknologi informasi di perdesaan. Desa Melung dan Desa Dermaji merupakan desa-desa yang aktif dalam GDM yang memiliki karakteristik unik menggunakan media teknologi informasi dalam kegiatannya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana efektivitas implementasi GDM di Desa Melung dan Desa Dermaji Kabupaten Banyumas dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode studi kasus yang digunakan yaitu metode studi kasus-multikasus holistik dengan melakukan analisis kajian lintas kasus dari kedua desa penelitian. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Pemilihan sampel dengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Gerakan Desa Membangun di Desa Melung dan Desa Dermaji sudah cukup efektif. Hal ini dilihat dari adanya sebagian realisasi kegiatan yang efektif sesuai dengan item efektivitas implementasi dengan indikasi-indikasinya terkait dengan kegiatan pencapaian tujuan, kolaborasi antar stakeholder, keterlibatan masyarakat dan penyesuaian perubahan layanan. Selain itu, secara komprehensif kegiatan-kegiatan yang dilakukan telah memberikan dampak positif dalam menunjang pelayanan publik yang lebih baik dan mereduksi persoalan-persoalan yang ada di desa. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Gerakan Desa Membangun di Desa Melung dan Desa Dermaji dikonklusikan yaitu: karakteristik pelaksana, komunikasi, sumber daya dan kondisi sosial budaya. Disamping faktor-faktor tersebut masih terdapat faktor lain, yaitu kondisi geografis dan kepemimpinan. Secara rinci, faktor-faktor pendukung dalam implementasi antara lain: budaya kebersamaan dan gotongroyong yang terjaga, komunikasi antar stakeholder yang terbina baik, pelaksana kegiatan yang rajin, hubungan yang baik dengan pemerintah pusat, fasilitas teknologi informasi yang memadai dan kepemimpinan. Sedangkan faktor penghambatnya, antara lain: persoalan sumber daya manusia di desa, hubungan dengan pemerintah daerah yang masih minim, dan kondisi geografis.

Rural development is multidimensional and the implementation tended top- down. The Village-to-Develop Movement (GDM) is a new paradigm in the development which position the village as development the subject by elaborating on the use of information technology in rural areas. Melung and Dermaji villages are active in GDM with the unique characteristics by using information technology in their activities. The objective of this research is the effectiveness of implementation of GDM in the Melung and Dermaji villages, Banyumas Regency and identify influencing factors of the implementation. Qualitative approach was applied in this research with a holistic multi-cases study method by conducting cross-cases in these villages. The primary and secondary data for this research were collected through in-depth interviews, observation and documentation. Sample was decided by using snowball sampling. The results showed that the implementation of The Village-to-Develop Movement in the Melung and Dermaji Villages was fairly effective, since the project was partially implemented. This is in accordance to items effectiveness of implementation which are related to goal achievement, collaboration among stakeholders, community involvement and adaptation toward services changing. In addition, the implemented projects generally provided positive impact in supporting public service and reduced the problems. Influencing factors of the implementation of the Village-to-Develop Movement were the characteristics of the implementer, communication, resources and socio-cultural conditions. Besides, the geographical conditions and leadership were also influence. Specifically, supporting factors are togetherness and mutual cooperation were preserved, good communication among stakeholders, the attitude of the implementer (diligent), a good cooperation with the central government, supported Information Technology facilities and leadership. While the limiting factors are human resources in the village, lack of cooperation with the local government, and geographichal conditions

Kata Kunci : Pembangunan desa, Efektivitas, Gerakan Desa Membangun

  1. S2-2016-370897-abstract.pdf  
  2. S2-2016-370897-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-370897-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-370897-title.pdf