RESILIENCY OF AQUACULTURE COMMUNITY AGAINST TIDAL FLOODING IN PEKALONGAN MUNICIPALITY: A CASE STUDY OF KRAPYAK LOR AND DEGAYU SUBDISTRICTS
PUTUT LUKMAN GUMANTI, Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng.,Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahBudidaya ikan mengalami pertumbuhan produksi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuka kesempatan yang lebih besar kepada petani ikan untuk memperoleh pendapatan. Namun, petani ikan menghadapi ancaman banjir rob yang dapat menjadi ancaman bagi penghidupan mereka. Banjir rob dapat secara tiba-tiba datang dan menghancurkan kolam dan saluran, membuat ikan hilang dari kolam, merusak peralatan budidaya dan menggagalkan panen. Hal ini berakibat pada berkurangnya jumlah produksi dan meurunkan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan pembudidaya ikan dan bagaimana mereka bertahan terhadap banjir rob. Penelitian ini juga mengukur tingkat resiliensi pembudidaya ikan melalui 5 variabel livelihood yaitu: sosial, SDM, ekonomi, infrastrutur dan lingkungan. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi lebih dalam melalui wawancara, kondisi internal pembudidaya ikan seperti: (1) tingkat pendidikan dan pengalaman dalam melakukan usaha tambak sebagai latar belakang sosial, (2) pendapatan, utang, peran tengkulak, pekerjaan sampingan pembudidaya tambak untuk menjelaskan kondisi ekonomi, (3) kondisi lingkungan tambak dan sekitarnya.Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif baik dalam mengumpulkan data, mengolah hingga menganalisa. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembudidayaikan mempunyai kerentanan dalam ekonomi aspek seperti;pendapatan yang rendah dan tidak stabil, ketergantungan pada tengkulak dan kepemilikan lahan. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa pembudidaya ikan juga termasuk dalam level ketahanan moderat yang didukung oleh variabel SDM dan sosial melalui pembentukan dan penguatan kelompok, transfer pengetahuan, dan penyelesaian permasalahan secara bersama-sama. Lebih lanjut,strategi mitigasi dan adaptasi sebagai cara bertahan terdiri dari tiga aspek; secara teknis, ekonomi, dan sosial. Namun, petani ikan masih tetap membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah dengan program yang sesuai berbasis komunitas.
Aquaculture has grown the production significantly in recent years. Therefore, the opportunity for the fish farmers to generate more income is getting bigger. However, the fish farmers have faced tidal flooding events and would become the threats for their livelihood. Tidal flooding could destroy the ponds and the canals, make the fish gone, damage the equipment, and fail the harvest. As a result, it would reduce the fish/shrimp production and decline the income. The research is about the vulnerability of the fish farmers and how the fish farmers resilience is in dealing with tidal flooding events. Beside, the research measures the resiliency level of fish farmers by scoring five (5) livelihood variables as; social, human resources, economy, infrastructure and environment. Moreover, this research identifies more clearly the condition of the fish farmers such as; (1) education level and aquaculture experience to explain social background, (2) Income, loan, middlemen role, additional fish farmers jobs to define the economic condition, (3) the environmental condition through depth interview to the fish farmers Therefore, the research used qualitative approach either in collecting and identifying data or analyzing. The research concludes that the fish farmers have high vulnerability in economic conditions such as: low and unstable income, dependency on middlemen, and land ownership. However, the research shows that the fish farmers have score in moderate resilience supported by human resource and social variables through making groups, knowledge transfer and solving the problems together. In addition, the mitigation and adaptation strategies as resilience forms of the fish farmers are consists of three types as: technically, economically, and socially. Nevertheless, the fish farmers still need attention and help from the government by appropriate programs based on the community needs.
Kata Kunci : Komunitas petani ikan, Banjir Rob, Kerentanan, Ketahanan/ Aquaculture community, Tidal Flooding, Vulnerability, Resiliency