Laporkan Masalah

Kepatuhan Pekerja Pabrik terhadap SOP Pengolahan Gondorukem dan Terpentin di Pabrik Gondorukem dan Terpentin Sapuran

YOSRIDHA ZUKHRUF ANISA, Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Salah satu produk hasil hutan yang bernilai tinggi dan pada saat ini sangat diminati pasar di dalam dan luar negeri adalah produk gondorukem. Pabrik Gondorukem dan Terpentin Sapuran merupakan salah satu dari industri gondorukem dan terpentin yang dimiliki oleh Perum Perhutani. Dalam menghadapi permasalah ketenagakerjaan dan operasional, PGT Sapuran memiliki suatu standarisasi dalam melakukan suatu kegiatan yang dikenal sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP). SOP dalam suatu industri dapat digunakan untuk meminimalisasi kesalahan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan gondorukem di PGT Sapuran dan SOP yang ada, tingkat pemahaman pekerja terhadap SOP, tingkat kepatuhan pekerja terhadap SOP dan hubungan antara karakteristik pekerja dengan tingkat kepatuhan terhadap SOP. Penelitian ini dilakukan di PGT Sapuran menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk pengumpulan data berupa infromasi pengolahan gondorukem dan SOP yang ada, pengetahuan dan pemahaman mengenai SOP serta unjuk kerja kepatuhan pekerja terhadap SOP. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan SOP pengolahan gondorukem yang berlaku di PGT Sapuran terdapat lima bagian yaitu SOP tangki pengencer dan tangki pengendap, SOP tangki penampung dan tangki pemasak, SOP forklift, SOP Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan SOP boiler. Tingkat kepahaman pekerja terhadap SOP yang berlaku dapat dikatakan baik karena peranan sosialisasi. Tingkat kepatuhan pekerja terhadap SOP pengolahan gondorukem pada kelima bagian dapat dikatakan baik. Hasil uji Chi-Square pada karakteristik pekerja seperti karakterstik tingkat pendidikan tidak berpengaruh dengan tingkat kepatuhan seseorang sedangkan pengalaman dan umur ada kaitan atau signifikan dengan tingkat kepatuhan.

One of the forest products having high value and currently being in great demand both in domestic and foreign market is gum rosin product. Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sapuran is one of the gum rosin and turpentine industry owned by Perum Perhutani. In dealing with the employee and operational problem, PGT Sapuran has a set of standardization to perform activity also known as Standard Operating Procedure (SOP). SOP in an industry can be used to minimize employee errors. This research aims to know gum rosin process in PGT Sapuran and the existing SOP, the employees understanding level to SOP, employees compliance level to SOP, and the relationship between employees characteristics and the compliance level to SOP. This research is conducted in PGT Sapuran using both qualitative and quantitative descriptive method to collect the data such as gum rosin processing information and the existing SOP, the knowledge and the understanding to SOP and employees compliance to SOP. The analysis used in this research is descriptive and Chi-Square analysis. The result shows the SOP of the gum rosin processing applied in PGT Sapuran there are five parts i.e. SOP of diluent and settling tank, SOP of container and cooking tank, SOP of forklift, SOP of wastewater treatment plant and SOP of boiler. The employees understanding level to the applicable SOP is well because of the socializing. The employees compliance level of the SOP of gum rosin processing on five parts can be regarded well. The Chi-Square test result on the employees characteristics such as characteristics of the educational level has no relation to the employees compliance level meanwhile experience and age has significance relation to the employees compliance level

Kata Kunci : Kepatuhan, Standar Operasional Prosedur (SOP), Gondorukem;Compliance, Standard Operating Procedure (SOP), Gum rosin