Laporkan Masalah

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH, KENTANG DAN TOMAT DI NAGARI ALAHAN PANJANG KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK SUMATERA BARAT

SRI NOVA DELTU, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Dr. Ir. Slamet Hartono, SU., M.Sc

2016 | Tesis | S2 MANAJEMEN AGRIBISNIS

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani bawang merah, kentang dan tomat di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik observasi, wawancara dan pencatatan. Populasi dalam penelitian adalah petani bawang merah, kentang dan tomat yang menerapkan sistem monokultur. Petani sampel terdiri dari 35 petani bawang merah, 29 petani kentang dan 26 petani tomat. Hasil penelitian menunjukan bahwapendapatan rata-rata yang diperoleh petani bawang merah adalah sebanyak Rp 81.863.819/ha/MT dengan keuntungan Rp 77.696.579/ha/MT, petani yang membudidayakan tanaman kentang memperoleh pendapatan Rp 38.828.953/ha/MT dan keuntungan Rp 35.060,053/ha/MT dan petani yang membudidayakan tomat mendapatkan pendapatan Rp 28.297.533/ha/MT dengan keuntungan Rp 24.139.853/ha/MT.BEP produksi bawang merah adalah 503,52Kg/ha dan BEP harga Rp 2.406,12/Kg dengan R/C ratio 3,27 dan phi/C ratio 301,98% serta. Untuk usahatani kentang diketahui rata-rata BEP produksi 767,31Kg/ha, BEP harga Rp 2.186,60/Kg dengan R/C ratio 4,06 dan phi/C ratio 305,67%. BEP produksi untuk tanaman tomat yaitu 1.483Kg/ha dengan BEP harga Rp 1.463/Kg dengan R/C ratio 2,48 dan phi/C ratio 148,22%. Berdasarkan hasil analisis tersebut artinya usahatani bawang merah, kentang dan tomat layak dan menguntungkan untuk dikembangkan di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok.

This study aimed to analyze the feasibility of farming onions, potatoes and tomatoes in Alahan Panjang village districts Gumanti valley districts solok western Sumatra. This research used deskriptive method.The techniques of data collection through observation, interviews and recording.Population this study were all farmers of onions, potatoes and tomatoes that used monoculture system. Whereas samples taken consisted of 35 farmers of onion, 29 potato farmers and 26 tomato farmers. The results of the study showed that the income of onion farmers was IDR 81.863.819/Ha/MT, potato farmers was IDR 38.828.953/Ha/MT and tomato farmers was IDR28.297.533/Ha/MT. The profit gained of onion farmers was IDR77.696.579/Ha/MT, potato farmers was IDR35.060,053/Ha/MT and tomato farmers was IDR24.139.853/Ha/MT.BEP production onion as much 503,52Kg, potato as mush767,31Kg, tomato as much 1.483Kg. BEP price of onion was IDR 2.406,12 potato was IDR 2.186,60 and tomatowas IDR 1.463. Average R/C ratiogained by farmers were follow. Onion farmers obtained amount 3,27, potato farmers gained amount4,06 and tomato farmers gained amount2,48. phi/C ratio of onion was301,98% potato was305,67% and tomatowas148,22%. Based on average income, profit, R/C ratio and phi/C ratioobtained, it showed that onion, potato and tomato farming were feasible to be developed and highly potensial for farmers.

Kata Kunci : Kelayakan, Bawang Merah, Kentang, Tomat, Alahan Panjang

  1. S2-2016-373879-abstract.pdf  
  2. S2-2016-373879-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-373879-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-373879-title.pdf