Konsep Rukun Masyarakat Poso
DWI PRETI NATALIA T, Prof. Dr. Faturochman, M.A.
2016 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep rukun pada masyarakat Poso yang plural dan pernah mengalami konflik antar agama, dengan menggunakan pendekatan realisme konstruktif. Data diperoleh melalui angket terbuka dan wawancara mendalam. 190 orang masyarakat Poso berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi angket terbuka. Responden berasal dari berbagai latar belakang etnis, 99 responden beragama Kristen dan 91 responden beragama Islam. Enam responden bersedia untuk diwawancara. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rukun dalam penelitian ini mengindikasikan adanya motif tertentu dan faktor-faktor relasional yang mempengaruhi perilaku rukun, mencerminkan cara-cara berperilaku untuk menjaga keharmonisan hubungan, menunjukan kebersamaan dan kepedulian terhadap orang lain, serta mengindikasikan keadaan yang aman dan tenang. Berdasarkan fungsi, rukun mewujud dalam dua kategori yakni rukun sebagai substansi dan rukun sebagai tujuan. Rukun sebagai substansi berarti perilaku rukun berfungsi menjaga relasi, sementara rukun sebagai tujuan berarti perilaku rukun berfungsi menciptakan kembali kerukunan pasca konflik. Berdasarkan alur relasi, rukun juga mewujud dalam dua kategori yakni rukun dangkal dan rukun substantif. Rukun dangkal berarti menjaga keharmonisan dengan menjaga jarak dalam relasi pasca konflik dan demi kepentingan diri. Sedangkan rukun substantif adalah menjaga keharmonisan dalam kebersamaan dan saling peduli.
This study aims to explore the meaning harmony for Poso society that plural and ever experienced conflicts inter religions, using the constructive realism approach. Data were collected through open-ended questionnaire and interview. 190 people participated in this study by answered open-ended questionnaire. They are from different ethnic backgrounds, 99 respondents are Christian and 91 respondents are Muslim. Six respondents were willing to be interviewed. Data were analyzed by using content analysis. Results showed harmony indicates specific motives and relational factors that influence harmonious behavior, indicates togetherness, concern for others, and efforts to maintaining harmony, and also indicates a peaceful state. Based on function, harmony consists of two categories that are harmony as substance and harmony as purpose. Harmony as substance means the harmonious behavior serves to maintain relationships, while harmony as purpose indicates behavior to reached back harmony after conflict. Based on the flow of relations, harmony also manifests in two categories, superficial harmony and substantive harmony. Superficial harmony means maintaining harmony by keep the distance in relationship post conflict and for self-interest. Substantive harmony is maintaining harmony in togetherness with caring each other.
Kata Kunci : Rukun, relasi, masyarakat Poso, realisme konstruktif / Harmony, relations, Poso society, constructive realism