ANALYSING INDONESIAN AIR CONNECTIVITY PERIOD OF 2006 - 2016
PRAYOGA NUGRAHA, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik TransportasiDalam literatur penerbangan terkini, konektivitas menjadi salah satu variabel penting disamping variabel-variabel tradisional seperti jumlah penumpang, muatan kargo dan pergerakan pesawat. Di waktu bersamaan, Indonesia menjelma menjadi salah satu negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat positif. Kombinasi dari kedua hal ini menjadikan potret perkembangan konektivitas menjadi wacana menarik untuk ditelaah. Namun hingga saat ini belum ditemukan studi terkait konektivitas udara secara komprehensif. Berangkat dari hal tersebut, studi ini mencoba untuk menganalisa pertumbuhan konektivitas Indonesia dan faktor-faktor penyebab fenomena tersebut berikut dengan rekomendasi peningkatan kualitas konektivitas Indonesia. Studi ini menggunakan data yang disadur dari Official Airline Guide (OAG) yang mana terdiri dari informasi penerbangan beserta informasi terkait bandara. Selanjutnya, formula Netscan secara ekslusif digunakan dengan pertimbangan cocok dengan ketersediaan data juga memberikan hasil analisa yang cukup akurat sebagaimana telah digunakan pada studi-studi serupa. Diantara hasil pokok studi, diketahui bahwa tingkat konektivitas Indonesia telah meningkat secara signifikan dengan pertumbuhan dua kali lipat selama rentang studi. Hasilnya, Indonesia memiliki konektivitas yang baik untuk pasar domestik. Bahkan banyak destinasi-destinasi global dapat dicapai berkat penerbangan lanjutan dari bandara-bandara transit internasional. Dua alasan utama menjadi dasar atas perkembangan postif tersebut. Selama rentang waktu studi, jumlah bandar udara yang mampu menawarkan penerbangan reguler meningkat dari hanya 50 mencapai 100 bandara. Selain itu pertumbuhan signifikan Low-Cost Carriers bersamaan dengan perbaikan daya beli masyarakat juga menjadi faktor utama. Akan tetapi, sangat jarang ditemukan koneksi menuju daerah di Amerika Selatan dan Asia Tengah. Studi ini memberikan solusi alternatif untuk mengatasi hal tersebut dengan cara mengurangi waktu tunggu pada bandara transit internasional beserta terhubung pada bandara yang mampu menawarkan penerbangan pada wilayah yang dimaksud. Keywords: Indonesia, Konektivitas, Netscan
In recent literature on air transport, connectivity has raised to become an important variable beside traditional measures. In the same way, Indonesia has gained consideration as one of the emerging economic countries and arguably puts the need to depict country’s connectivity performance. However, no studies have been found examining Indonesian air connectivity in detail. Deriving from such a situation, this study attempts to analysis the connectivity levels of Indonesia together with the underlying factors and to identify fields to improve the current performance. This study solely uses data retrieved from the Official Airline Guide (OAG) that consisting flight schedule and airport-related information. Furthermore, the Netscan formulae have been employed to catch the purpose of this study as they considerably fit with the data source and provides an in-depth analysis as proven by many studies. Among key findings, it has been noted that Indonesian connectivity has significantly increased by doubling in size. As a result, the country is relatively well connected domestically. Moreover, many global destinations can be reached thanks to onward connections offered by international gateways. Two fundamental reasons have been put forward to explain the circumstance. Firstly, it is noted that more airports have been able to offer regular flights from only 50 airports to reach nearly 100 airports. Secondly, the emergence of Low-Cost Carriers and country’s economic growth, which simultaneously generates more air travelers. However, few connections are found toward America Latin and Central Asia. Minimising minimum connecting time at transit airport and connecting to hubs that offering more flights to the determined region can be the alternative solutions. Keywords: Indonesia, Connectivity, Netscan.
Kata Kunci : Indonesia, Connectivity, Netscan.