SOLID WASTE MANAGEMENT ANALYSIS TO SUPPORT A SUSTAINABLE TOURISM OBJECT OF GILI TRAWANGAN
RADYUS RAMLI H, Dr. Ir. Budi Kamulyan, M. Eng
2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahPulau Gili Trawngan, di Kabupaten Lombok Utara adalah destinasi wisata yang paling terkenal di Pulau Lombok. Meskipun industry pariwisata membawa manfaat ekonomi bagi maysarakat di pulau tersebut, industri pariwisata juga memberikan ancaman bagi kelestarian lingkungan termasuk di dalamnya permasalahan sampah padat. Di dalam studi ini disajikan kondisi pengelolaan sampah di Gili Trawangan saat ini, timbulan dan komposisi sampah padat, selanjutnya opini pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah juga disajikan untuk mengungkap permasalahan yang dihadapi. Dari hal-hal tersebut diusulkan system pengelolaan sampah yang cocok untuk diterapkan dipulau tersebut yang bisa mendukung keberlanjutan sector pariwisata. Data primer dan sekunder dalam studi ini dikumpulkan melalui pengamatan lapangan, pengambilan conto timbulan dan komposisi sampah, penyebaran angket, wawancara, review jurnal dan laporan teknis. Studi ini mengungkap, tidak ada aturan yang khusus mengenai pengelolaan sampah padat yang diterapkan di pulau terebut, sehingga penanganan sampah padat yang tidak baik masih umum dijumpai. Sekitar 11,94 ton sampah perhari dihasilkan di Gili Trawangan dan 49,58% dari sampah tersebut adalah sampah organic 40,97% adalah sampah yang bisa di daur ulang dan 9,45% adalah sampah yang tak bisa di daur ulang di pulau tersebut. Industri pariwisata berkontribusi sebesar 67,60% dari total sampah yang dihasilkan. 71,19% (8,50 ton) dari total sampah pulau yang di buang di tempat pembuangan akhir di Gili Trawangan. 62,59% dari sampah yang dibuang tersebut adalah sampah organic. Dimasa depan (2024) timbulan sampah di Gili Trawangan akan naik 2 kali lipat (25,45 ton/hari). Kendala utama yang dihadapi dalam pengelolaan sampah pada di Gili Trawangan adalah kurangnya lahan dan status lahan yang sangat kompleks. Oleh sebab itu, pengelolaan samapah di pulau ini harus dilakukan pada satu tempat pengelolaan dengan sistem yang terpadu untuk mewujudkan pengelolaan samapah yang berkelanjutan.. Untuk menghindari pengurugan sampah di TPA pulau, sangat diperlukan untuk menerapkan pengomposan bagi seluruh sampah organic, mengelola sampah yang bisa didaurulang melalui bank sampah, mendaurulang sampah kaca menjadi bataco dan mengirim sisa sampah yang tak terdaur ulang ke Tempat Pembuangan Akhir di Pulau Lombok. Sebelum menjalankan sistem tersebut, aturan lokal tentang pengelolaan sampah padat harus dibuat untuk mebiasakan pemilahan dan pengurangan timbulan samapah sejak dari setiap sumber samapah.
Gili Trawangan Island, in North Lombok Regency, is the most popular tourism destination in NTB Province, Indonesia. Although tourism brings economic benefits to the island, tourism industry provokes environmental threats including solid waste issues. In this study, current solid waste management (SWM) on the island was summarized, the quantity, flow and composition of the solid waste was identified. Opinions of stakeholders in the island's SWM were obtained and revealed the problems in the current and future SWM. Finally, a sustainable solid waste management system is proposed that may lead to sustainable tourism. Primary and secondary data were obtained through field observation, waste generation and composition sampling, questionnaire, interview and visit sites to several solid waste management facilities. This study revealed, there is no a specific SWM regulation implemented in the island, therefore improper solid waste handling still become a common practice in the island. Approximately 11.94 ton a day of solid waste was generated in the island and 49.58% of the waste was organic waste, followed by 40.97% of recyclables and 9.45% of residue waste. Tourism industries contributed to 67.60% of the total waste generation. 71.19% (8.50 ton) of solid waste is still landfilled. The landfilled waste was mainly composed of 62.59% of organic waste. On the future (2024) total waste generation in the island will be double (25.45 ton/day). The main constraint for SWM improvement is land shortage and complexity of land status. Therefore, handling the island's waste in a centered system and facilities will be suitable. In order to avoid landfilling waste, it is necessary to compost all organic waste, managing recyclable waste through waste bank, recycling waste glass into construction bricks and sending the residual waste to landfill site in the mainland. Prior to run the new system, a local law concerning solid waste management has to be established to enforce waste separation and waste reduction early from the waste source.
Kata Kunci : Gili Trawangan, solid waste management, sustainable tourism, composting and recycling.