Uji Efektifitas Penambahan Susu Fermentasi Sinbiotik pada Suplementasi Dan Fortifikasi Zat Besi Pada Anak-Anak Defisiensi Besi Terhadap Keseimbangan Mikrobiota Usus
SITI HELMYANTI, DCN., M.KES, Prof. dr. Mohammad Juffrie, Sp.A(K),Ph.D.; Prof. Ir. Endang Sutriswati Rahayu,M.Sc.; Dr.rer.nat. dr. B.J. Istiti Kandarina.
2016 | Disertasi | S3 Ilmu KedokteranLatar belakang: Suplementasi dan fortifikasi merupakan langkah yang banyak dilakukan untuk mengatasi anemia. Namun ternyata, hal tersebut juga dapat menimbulkan dampak negatif yaitu adanya ketidakseimbangan mikrobiota usus. Adanya penambahan kombinasi probiotik dan prebiotik (sinbiotik) diharapkan dapat tetap mempertahankan keseimbangan mikrobiota usus sebagai pendamping fortifikasi dan suplementasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan sampel anak anemia dengan kadar serum ferritin < 15 mcg/L dan berusia 9 - 12 tahun, dengan besar sampel total adalah 116 anak. Subjek dibagi menjadi 4 kelompok intervensi secara acak yaitu 1) diberikan fortifikasi Fe pada bsikuit singkong, 2) suplementasi Fe pada sirup, 3) fortifikasi Fe pada biskuit singkong dan susu fermentasi, serta 4) suplementasi Fe pada sirup dan susu fermentasi. Pembuatan susu fermentasi menggunakan L. plantarum Dad 13, suplementasi pada sirup dengan FeSO 50 mg (10 mg Fe/hari) dan fortifikasi dengan NaFeEDTA (5 mg Fe/hari). Intervensi dilakukan selama 3 bulan, sirup Fe/biskuit diberikan 2x/minggu sedangkan susu fermentasi diberikan 6x/minggu selama hari sekolah. Pengukuran yang dilakukan adalah kadar Hb, serum feritin, dan mikrobia dalam feses (L. plantarum, lactobacilli, bifidobacteria, enterobacteria, E. coli) pada awal dan akhir penelitian. Kadar Hb diukur dengan Hemocue, serum feritin dengan ELISA sedangkan mikrobia akan dianalisis dengan teknik kultur. Uji analisis statistic setiap variabel sebelum dan sesudah intervensi diuji menggunakan uji paired t-test, sedangkan perbedaan antar kelompok di uji dengan uji one way ANOVA. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan jumlah total Lactobacillus antar kelompok setelah intervensi, cenderung terjadi penurunan jumlah Lactobacillus. Tidak terdapat perbedaan total Bifidobacteria antar kelompok intervensi, namun pada kelompok intervensi yang mendapat tambahan susu fermentasi baik pada kelompok biskuit ataupun sirup terdapat kenaikan yang siginifikan. Peningkatan yang marginal signifikan pada total Bifidobacteria juga terlihat pada kelompok yang mendapat sirup saja. Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan kadar E. coli setelah pemberian intervensi, namun demikian terjadi peningkatan E. coli pada semua kelompok intervensi antara sebelum dan setelah intervensi terutama pada dua kelompok yang mendapatkan tambahan susu fermentasi. Dalam penelitian ini terjadi perubahan dengan kenaikan kadar Hb yang signifikan untuk setiap kelompok intervensi. Kenaikan kadar Hb rerata responden setiap kelompok intervensi yaitu sebsesar 0,33-0,64g/dL. Hasil perubahan kadar Hb untuk antar kelompok intervensi yang tidak signifikan. Tidak terdapat perbedaan kadar serum ferritin antar kelompok intervensi {p>0.05) namun, terjadi peningkatan serum feritin pada hampir semua kelompok intervensi antar sebelum intervensi dengan setelah intervensi dengan variasi peningkatan antara 7.76 mcg/dl-14.42 mcg/dl. Pada kelompok yang mendapat tambahan susu fermentasi peningkatannya lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak mendapat susu fermentasi. Kesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa pemberian susu fermentasi dengan sinbiotik L. plantarum Dad 13-FOS dan biskuit tepung singkong yang difortifikasi zat besi tidak dapat meningkatkan jumlah Lactobacilli, mampu meningkatkan kadar L. Plantarum dalam feces,.dapat meningkatkan jumlah Bifidobacteria, tidak dapat menurunkan jumlah Enterobacteriaceae, tidak dapat menurunkan jumlah E. Coli, dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan dapat meningkatkan kadar serum feritin. Pada penelitian selanjutnya, perlu dilakukan pengukuran serum C-Reactive Protein dan uji konfirmasi dengan menggunakan analisis yang lebih sensitif seperti RT PCR. Perlu penelitian lanjutan atau penelitian baru untuk mengkaji pengaruh pemberian susu fermentasi sinbiotik terhadap perbaikan pertumbuhan linier.
Background: Supplementation and fortification are the effective strategies of many ways to overcome anemia. But unfortunately, it can also have negative impacts, which can make the imbalance of intestinal microbiota. The addition of combination of probiotics and prebiotics (synbiotic) is expected to retain the balance of the intestinal microbiota as a companion of fortification and supplementation. Methods: This study was an experimental study on iron deficient children which have serum ferritin levels <15 mg / L, aged 9-12 years, with a total sample size was 116 children. Subjects were randomly divided into 4 intervention groups, namely 1) given cassava biscuit fortified with Fe, 2) given iron supplementation in syrup, 3) given cassava biscuit fortified with Fe and fermented milk, and 4) given iron supplementation in syrup and fermented milk. Production of fermented milk using L. plantarum Dad 13, supplementation in syrup with FeSO4 50 mg (10 mg Fe / day) and fortification with NaFeEDTA (5 mg Fe / day). Interventions carried out for 3 months, syrup Fe and biscuits supplied twice a week while fermented milk supplied six times a week during the school day. Hemoglobin levels, serum ferritin levels, and microbes in the feces (L. plantarum, lactobacilli, bifidobacteria, enterobacteria, E. coli) were measured at the beginning and end of the study. Hemoglobin levels was measured with Hemocue, serum ferritin by ELISA, while the microbes will be analyzed by culture techniques. Statistical analysis test of each variables before and after the intervention were tested using a paired t-test, meanwhile the differences between groups tested by one way ANOVA. Result : The results showed no difference in the total number of Lactobacillus between groups after the intervention, there tends to be a decrease in the number of Lactobacillus. There were no differences between groups in total Bifidobacteria after intervention, but in the intervention group who received fermented milk and biscuit group and syrup group there was a significant increase (p <0.05). Significant marginally increase of total Bifidobacteria was also seen in the group which received only syrup group. In this study there was no difference in the total number of E. coli between groups after the intervention, however there was an increase of E. coli in all intervention groups between before and after the intervention, especially on the two groups given fermented milk. In this study there was a significant increase in hemoglobin concentration for each intervention group (p <0.05). Supplementation or fortification provides a significant increase. The increase in mean Hb levels of respondents on each intervention group that was as much as 0,33 - 0,64g / dL. Results of changes in hemoglobin levels between groups was not significant. There were no differences in serum ferritin levels between the intervention group. There was an increase in serum ferritin on all intervention group after intervention, with a variation of an increase between 7.76 mcg / dl - 14:42 mcg / dl. Increased of hemoglobin levels on the group which given fermented milk were lower than the group that did not receive fermented milk. Conclusion : It was concluded that the given of fermented milk with symbiotic L. plantarum Dad 13FOS and cassava biscuit fortified with iron can not increase the number of Lactobacilli, can increase the levels of L. Plantarum in the stool, can increase the number of Bifidobacteria, can not decrease the number of Enterobacteriaceae, can not reduce the amount of E. coli, can increase the levels of hemoglobin and also can increase serum ferritin levels. Future study need to take serum C-reactive protein measurement and confirmation test using a more sensitive analysis such as RT PCR. Need further research or new studies to assess the effect of fermented milk synbiotic to improve linear growth.
Kata Kunci : fortification, hemoglobin, gut microbiota, iron deficiency, supplementation, fermented milk.