Laporkan Masalah

DAMPAK TAMBANG BATU PUTIH TERHADAP KELESTARIAN SUMBERDAYA ARKEOLOGI KAWASAN CAGAR BUDAYA PRAMBANAN

YUDISTIRO TRI N., Dr. Daud Aris Tanudirjo, M.A.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Arkeologi

Tesis ini membahas tentang dampak aktivitas tambang batu putih terhadap kelestarian Kawasan Cagar Budaya Prambanan beserta warisan budaya dan lingkungan yang ada di dalamnya, terutama dalam wilayah Desa Sambirejo dan sebagian Bokoharjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keberadaan aktivitas tambang batu putih terhadap kelestarian Kawasan Cagar Budaya Prambanan dan upaya yang dapat dilakukan agar kelestarian lingkungan dan Kawasan Cagar Budaya Prambanan tetap terjaga. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui survei lapangan dengan pengamatan, pengukuran, dan wawancara. Data sekunder berupa data kepustakaan, peta, citra satelit, dan peraturan perundangan. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan analisis, yaitu penilaian kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang dan penilaian potensi dampak kerusakan Kawasan Cagar Budaya Prambanan. Kedua analisis tersebut dikombinasikan sebagai alat untuk mengetahui dampak aktivitas tambang batu putih terhadap lingkungan dan pelestarian Kawasan Cagar Budaya Prambanan. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa aktivitas penambangan berdampak pada kerusakan lingkungan yang menyebabkan perubahan fisik dan rona lingkungan. Apabila kondisi tersebut tidak dikendalikan, maka akan mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan yang berkelanjutan dan berdampak meluas pada potensi keterancaman nilai penting Kawasan Cagar Budaya Prambanan. Dampak aktivitas tambang terhadap Kawasan Cagar Budaya Prambanan terjadi karena faktor-faktor yang mendorong munculnya permasalahan dampak tersebut, antara lain: kerusakan lingkungan, masyarakat penambang, dan aturan kebijakan pelestarian. Permasalahan kerusakan lingkungan dilakukan dengan upaya pembenahan teknik penambangan secara benar dan reklamasi tambang. Permasalahan masyarakat penambang diatasi dengan melakukan upaya sosialisasi tentang kegiatan pertambangan dan penetapan Kawasan Cagar Budaya Prambanan, serta pemberdayaan masyarakat penambang. Permasalahan aturan kebijakan pelestarian Kawasan Cagar Budaya Prambanan dapat diatasi dengan melakukan sinkronisasi, evaluasi, dan revisi terhadap peraturan yang telah ada, serta perlu segera dilakukan penetapan delineasi kawasan, kebijakan dan strategi penataan ruang Kawasan Strategis Nasional dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

This thesis discusses the impact of stone mining activity on preservation of Prambanan Cultural Heritage Area, including its environment, particularly in Sambirejo village and part of Bokoharjo village area. The objective of this research is to identify the impact of stone mining activity on preservation of Prambanan Cultural Heritage Area and efforts that can possibly be done to maintain environmental sustainability in the region. Data in this research are taken from primary and secondary sources. Primary data is obtained through field survey by doing observation, measurement, and interview. Secondary data is obtained from literature review, maps, satellite image, and government regulation. This research uses two analytical approaches, i.e environmental damage assessment of mining activity and potential impact damage assessment of Prambanan Cultural Heritage Area. Both analysis are combined as a tool to identify the impact of stone mining activity to environment and preservation of Prambanan Cultural Heritage Area. The research shows that mining activities have resulted in environmental damage, that cause physical and of environmental setting change. If this condition is uncontrolled, it will cause environmental degradation and potentially threatening the significant values of Prambanan Cultural Heritage Area in the long term. The impact of mining activity towards Prambanan Cultural Heritage Area is happened because of these driving factors: environmental damage, mining people, and regulation of preservation policy. Environmental damage problem can be solved by improving mining techniques and conducting mining reclamation. Mining people problem can be solved by socialization effort about mining activity and establishment of Prambanan Cultural Heritage Area; and empowerment of mining people. Regulation of preservation policy problem can be solved by synchronization, evaluation, and revision towards existing regulation, and immediate establishment of regional border, spatial planning policy and strategy of National Strategic Region (Kawasan Strategis Nasional) in the form of Presidential Regulation (Perpres).

Kata Kunci : Kawasan Cagar Budaya Prambanan, dampak, tambang batu putih, warisan budaya, pelestarian, Daerah Istimewa Yogyakarta. Prambanan Cultural Heritage Area, impact, mining, cultural heritage, preservation, Daerah Istimewa Yogyakarta