Laporkan Masalah

MASTER THESIS RESEARCH COMPARISON ANALYSIS OF ACCESSIBILITY INFRASTRUCTURE FOR ELDERLY AND DISABLED BETWEEN SOUTH KOREA SUBWAY AND JAKARTA COMMUTER RAILWAY STATION

RIRIS ARYANTI, prof.Ir.Siti Malkhamah, M.Sc.,Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Aksesibilitas merupakan tentang bagaimana memberikan akses yang sama bagi setiap individu, tanpa kemampuan untuk bisa mengakses fasilitas dan pelayanan, seorang penyandang cacat tak sepenuhnya mendapat pelayanan yang aksesibel (United Nation, 2007). Lingkungan yang nyaman dan bersahabat merupakan salah satu tujuan hidup manusia, aksesibilitas menjadi salah satu capaian utama dalam menciptakan lingkungan infrastruktur yang berkelanjutan bagi kaum disabilitas dan lansia untuk memenuhi kebutuhan mobilitasnya. Akses yang tepat sangat penting untuk mendukung ketersediaan infrastruktur prasarana bagi kaum disabilitas dan lansia untuk hidup lebih mandiri memanfaatkan fasilitas dan pelayanan yang ada. Saat ini banyak sekali fasilitas publik di beberapa negara Asia dan Eropa yang sangat memperhatikan kenyamanan aksesibilitas terhadap pelayanan bagi kaum disabilitas dan lansia didalam setiap lingkungan termasuk ke dalam kemudahan mobilitas transportasi. Sebaliknya di Indonesia, masih banyak standar aksesibilitas yang belum mampu di implementasikan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini menekankan pada hasil penilaian infrastruktur stasiun kereta api dalam memenuhi kemudahan pelayanan bagi disabilitas dan lansia dalam menggunakan moda transportasi kereta api dengan menggunakan metode pembobotan ranking dan analisis SWOT untuk mengetahui beberapa faktor yang berpengaruh dalam rangka menciptakan rencana aksi strategis terhadap aksesibilitas infrastruktur transportasi kereta api. Metode pembobotan merupakan metode sederhana untuk memberikan nilai bobot ranking. Penentuan ranking bersifat subjektif dan sangat dipengaruhi persepsi pengamat. Metode pembobotan ini berdasarkan perkiraan kualitatif di lapangan, sehingga hasilobservasi akan lebih mudah disajikan dalam perankingan skala indeks aksesibilitas. Hasil observasi aksesibilitas infrastruktur stasiun menunjukan hasil capaian indeks aksesibilitas di Indonesia masih tergolong inaksesibel yang artinya belum aksesibel dalam memberikan pelayanan bagi penumpang khususnya bagi lansia dan disabilitas. Menciptakan dan mewujudkan lingkungan yang bersahabat dan mampu memenuhi segala kebutuhan aksesibilitas bagi penyandang cacat dan lansia adalah dengan memberikan pelayanan dan fasilitas yang tepat bagi kebutuhan mobilitas mereka. Rencana aksi dan strategi infrastruktur memberikan kemudahan aksesibilitas bagi disabilitas dan lansia adalah dengan melakukan peningkatan terhadap kondisi permukaan ramp atau emplasemen, menyediakan toilet bagi disabilitas, kemudahan dalam memperoleh tiket, ketersediaan dan penempatan kursi roda, ketersediaan personil penolong dan adanya informasi perjalanan yang mampu diakses oleh semua kalangan termasuk penumpang disabilitas dan lansia.

Accessibility is about giving equal access to everyone and without being able to access facilities and services, a person with disabilities will never be fully included. The friendly environment is the one of human prospect life, accessibility becomes the real fact to create sustainability environment fulfill people mobility needs. Proper access is important to support their availability access, happily and independently life. Most of the public facilities in South Korea and Western countries have provided proper access for elderly and disabled. Unlike Indonesia, accessibility standard has not been applied appropriately. The Aim of this research is highlighting the assesment result of railway station infrastructure by using Rank Weighted Method and SWOT analysis to know the affect factor for create the strategic action plan regarding accessibility railway infrastructure for elderly and disabled. Rank weighting method is a means of expressing of how a parameter potentially affect towards another parameter. The rank weighting method is the simplest method in weight value assessment. In sum, every parameter will be arranged according to the rank. The determination of the rank itself is characteristically subjective and highly influenced by the perception of the decision maker or the surveyor. Observation results of Indonesia station infrastructure showed that the highest index value still included inaccessible infrastructure. Create the friendly and inclusive environment by giving the best accessible infrastructure design of Jakarta Commuter Railway public services to their beneficiaries disregarding their physical, mental or language limitations and improving safety awareness by empowering the disabled society with more access using rail commuter railway in Jakarta as improvement action plans.

Kata Kunci : Accessibility, Inclusive Environment, Elderly and disabled, Infrastructure Design Aspect Standart, Rank Weighted Method, SWOT