PERAN PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DI DUSUN KEDUNGPOH LOR DESA KEDUNGPOH KECAMATAN NGLIPAR KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DIANA KUSUMA DEWI , Bowo Dwi Siswoko, S. Hut., M.A.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengelolaan hutan perlu melibatkan semua pihak baik laki-laki maupun perempuan. Peran perempuan tidak dapat dipandang sebelah mata karena perempuan secara langsung atau tidak telah memberikan banyak sumbangan di berbagai bidang, termasuk di bidang kehutanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perempuan dan kendala yang dihadapi perempuan dalam pengelolaan hutan rakyat di Dusun Kedungpoh Lor serta memberi alternatif pemecahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mencatat data yang telah tersedia dari kelompok tani dan kelembagaan pemerintah daerah setempat atau instansi yang terkait. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Peran perempuan dalam pengelolaan hutan rakyat di Dusun Kedungpoh Lor adalah mengolah tanah, pembersihan areal, penyiapan bibit, pembuatan lubang tanam, pemupukan, penyulaman, pendangiran, pembersihan tumbuhan bawah, pemberantasan hama, pemanenan, dan pemasaran. Kendala yang dihadapi perempuan dalam pengelolaan hutan rakyat, adalah peran perempuan belum diakui dalam pengelolaan hutan rakyat dan kelompok KWT yang kurang aktif dan hanya fokus pada tanaman tertentu. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dapat dilakukan beberapa upaya sebagai alternatif pemecahannya, yaitu laki-laki perlu mempertimbangkan peran perempuan dalam pengelolaan hutan rakyat, memberikan kesempatan bagi perempuan untuk membuat keputusan dan perlu adanya penguatan kelembagaan.
Forest management should involve all gender, both men and women. The role of women can not be underestimated because women directly or indirectly have much contributed in various sectors, including forestry. The purpose of this research was to determine the role of women and the obstacles faced by women in community forest management at hamlet of Kedungpoh Lor and provide alternative solutions. The method used in this research was survey. Primary data were collected by observation and interview technique. Secondary data were collected by recording data that have been provided from farmer groups and local government institutions or agencies concerned. The used-sampling technique was purposive sampling. The role of women in the management of community forest at hamlet of Kedungpoh Lor were cultivating the soil, cleaning areas, preparation of seedlings, making holes for planting, fertilizing, replanting, root up, understorey cleaning, pest control, harvesting, and marketing. The obstacles faced by women in the management of community forests were the role of women in forest management unrecognized by people and groups who are less active on KWT and only focus on certain plants. There are some alternative solutions to overcome these constraints, namely men need to consider the role of women in community forest management, providing an opportunity for women to make a decision, and need to strengthen the institutional.
Kata Kunci : peran, perempuan, pengelolaan, hutan rakyat