PENGARUH LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DENGKENG (STUDI KASUS DI SENTRA INDUSTRI BATIK DESA KEBON KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN)
AGUS RIYADI, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc;Suryo Purwono, M.A.Sc., Ph.D
2016 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganDesa Kebon, Kecamatan Bayat merupakan salah satu desa di Kabupaten Klaten dimana dapat mengembangkan itu industri batik. Pada tahun 2013, jumlah industri batik di Desa Kebon mencapai 160 unit. Namun, industri ini membawa dampak negatif berupa pencemaran limbah cair yang mempengaruhi begitu banyak masalah dan kompleks bagi lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1)Menganalisis kualitas limbah cair batik di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. 2) Menganalisis kualitas air Sungai Dengkeng yang di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. 3) Menganalisis kinerja IPAL di sentra industri batik di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. 4) Mengetahui tingkat kesadaran masyarakat Desa Kebon Kecamatan Bayat. Data primer dalam penelitian diperoleh dilapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Kebon, Kantor Kecamatan Bayat, dan Bappeda Kabupaten Klaten. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian ini dengan Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa air limbah batik di Desa Kebon telah tercemar dan melebihi baku mutu peraturan daerah Provinsi Jawa Tengah No 5 Tahun 2012 tentang baku mutu limbah cair, sedangkan air sungai Dengkeng sebagian masih sesuai dengan bakumutu air Sungai kelas III pada peraturan pemerintah No 82 Tahun 2001. Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sungai sudah cukup baik berdasarkan hasil penilaian kuisioner.
Kebon Village, Bayat District is one of the village in Klaten City where can develop its batik industry. In 2013, the number of home industry Kebon Villages batik achieves 160 units. However, this industry brings the negative impact of waste pollution and it affects so many complex problems for the environment surrounding. The objective of this research is for: (1) To analize concentrtion of the parameter in batik waste-water, (2) To analize concentrtion of the parameter in Dengkeng river, (3) To evaluate productivity of waste water Treatment Plant, and (4) Knowing the level of public awareness Kebon Village, Bayat subdistrict. This research uses primary and secondary data. Primary data is obtained from laoratory analyze results whereas the secondary data is obtained from Kebon village office, Bayat sub-district office, and Bappeda Klaten District. Sample taking technique which is used for this research consists of Purposive sampling. The result of this research is that the batiks waste-water parameter in Kebon Village has been polluted based on regulatory region of Central Java Province No. 5 of 2012 regarding wastewater quality standards, and Dengkeng river water while some are still in accordance with the river water quality standard Class III government regulation No. 82 Year 2001 on Water Quality Management and Water Pollution Control, the batiks societies have awareness too for the rivers environment according to quisionary approach.
Kata Kunci : ndustri rumah tangga, batik, pencemaran, limbah cair,lingkungan