Strategic Options for the Automobile Industry in the Indonesian Market in the Light of the Ongoing Digitalization
WELLKAMP, HENDRIK, Dr. Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM
2016 | Tesis | S2 ManajemenThe entire global automobile industry is on the move. On the one hand, due to saturated markets in the triad (North America, Europe, Japan) - on the other hand, due to new technologies related to automobiles. Thus, the future of the industry takes place in emerging markets which attract automobile manufacturers with its enormous potential for growth. Indonesia is one of the countries playing a major role in the expansion plans of global car makers: a vast domestic market with a huge, young population and a rising middle class is combined with a fast-growing economy and low labor costs. Although Indonesia's attractiveness is partly offset by an insufficient infrastructure and high administrative burdens (corruption, bureaucracy, long procedures), more and more manufacturers are present and want to take advantage of low car ownership rates in the newly industrialized country. In addition to new markets, car makers have to keep a wary eye on new technologies. Not only regarding the drive technologies in the light of electro mobility but also regarding digital technologies that enable connected and automated vehicles. The conventional automobile industry is developing into a mobility industry that focuses on services around mobility (e.g. car sharing). In general, it is important that manufacturers consider the country-specific circumstances and address the needs of the different target groups. This applies to both the product automobile - no matter if small low-cost cars, fully digitalized premium cars or electric scooters and to the service mobility as well. In doing so, cooperations will help car companies: through horizontal alliances, international manufacturers can benefit from the market knowledge of their local partners and through vertical alliances with IT companies, manufacturers can enhance technological competencies to benefit from the digitalization of the automobile.
Seluruh industri otomotif global sedang berkembang. Di satu sisi, dikarenakan jenuhnya pasar di negara-negara tritunggal (Amerika Utara, Eropa, Jepang) - di sisi lain, dikarenakan teknologi-teknologi baru yang terkait dengan otomotif. Dengan demikian, masa depan industri ini berlangsung di pasar negara berkembang yang menarik produsen-produsen otomotif dengan potensi peertumbuhannya yang sanagt masif. Indonesia merupakan salah satu negara yang memainkan peran utama dalam rencana ekspansi pembuat-pembuat mobil global: pasar domestik yang luas dengan populasi anak muda yang besar dan jumlah kelas menengah yang meningkat dikombinasikan dengan ekonomi yang tumbuh cepat dan biaya tenaga kerja yang rendah. Meskipun daya tarik Indonesia sebagian diimbangi dengan kendala infrastruktur yang tidak memadai dan beban administrasi yang tinggi (korupsi, birokrasi, prosedur yang panjang), semakin banyak produsen yang hadir dan ingin mengambil keuntungan dari angka kepemilikan mobil yang rendah di negara industri baru. Selain pasar baru, pembuat mobil harus terus mewaspadai berkembangsnya teknologi-teknologi baru. Tidak hanya mengenai teknologi penggerak dalam sudut pandang mobilitas elektro tetapi juga mengenai teknologi digital yang memungkinkan kendaraan yang terhubung dan otomatis. Industri otomotif konvensional berkembang menjadi sebuah industri mobilitas yang berfokus pada penyediaan jasa yang berhubungan dengan mobilitas (misalnya berbagi mobil). Secara umum, penting bagi para produsen untuk mempertimbangkan keadaan khusus sebuah negara dan memenuhi kebutuhan kelompok sasaran yang berbeda. Hal ini berlaku baik untuk produk otomotif - tidak peduli apakah mobil murah kecil, mobil premium yang sepenuhnya digital atau skuter listrik - dan untuk mobilitas layanan juga. Dengan melakukan strategi tersebut di atas, kooperasi yang terjalin akan membantu perusahaan-perusahaan mobil: melalui aliansi horisontal, produsen internasional dapat memperoleh manfaat dari pengetahuan mitra pasar lokal mereka dan melalui aliansi vertikal dengan perusahaan IT, produsen dapat meningkatkan kompetensi teknologi untuk mendapatkan keuntungan dari digitalisasi otomotif
Kata Kunci : Indonesian Market, Ongoing Digitalization