Potensi Biomassa Dan Karbon Below Ground Bambu Ori (Bambusa arundinaceae) Dan Manfaatnya Dari Aspek Jasa Lingkungan
NOVITA KRISTANTI, Dr.Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANDewasa ini, salah satu permasalahan penting yang dihadapi negara-negara di dunia termasuk Indonesia adalah pemanasan global. Hutan rakyat dapat menyerap gas rumah kaca dengan cara mentransformasi CO2 dari udara menjadi simpanan karbon yang tersimpan di dalam pohon. Bambu merupakan hasil hutan non kayu yang memiliki daya serap CO2 yang cukup baik dan tergolong cepat pertumbuhannya.Penelitian ini dilakukan di Dusun Petir, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kandungan biomassa dan karbon organ akar pada bambu ori dan manfaatnya dari aspek jasa lingkungan. Metode penaksiran potensi yang digunakan yaitu destructive sampling dengan memanen 30 sampel bambu dari berbagai ukuran diameter setinggi dada (dbh). Kandungan biomassa diperoleh dari berat kering konstan hasil pengeringan sampel pada suhu 103plus minus 2 derajat C. Uji laboratorium dilakukan untuk menentukan kadar karbon dengan metode Walkley and Black. Persamaan terbaik dipilih dengan menggunakan persamaan alometrik berdasarkan nilai R-square tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata biomassa organ akar yaitu 8,38 plus mines 0,79 kg/pohon dengan rerata kandungan karbon yaitu 2,542 ples mines 0,31 kg/pohon. Kadar karbon organ akar sebesar 30,49% dari berat biomassanya. Persamaan alometrik hubungan diameter batang dengan biomassaa adalah B=0.033 (dbh)2.520 sedangkan persamaan allometrik hubungan diameter dengan karbon adalah C=0.013 (dbh)2.378 . Potensi di Dusun Petir untuk biomassa sebesar 14.932 ton/ha, potensi karbon sebesar 4.218 ton/ha dan potensi serapan gas CO2 sebesar 15.480 ton/ha. Bambu ori bermanfaat untuk konservasi tanah dan air.
Currently, one of the important problems facing the countries in the world including Indonesia are the global warming. Community forest can absorb greenhouse gases by transform CO2 from atmosphere into carbon deposited in tree. Bamboo is non wooden forest product having good CO2 absorption and may grow fast. This research was conducted in Petir village, Piyungan district Bantul regency Yogyakarta Special territory. Goal of the research is to identify biomass content and root organ carbon on ori bamboo and its benefit from health and environmental service aspects. It used destructive sampling for potential estimation by harvesting 30 bamboo samples from various diameters at breast height (dbh). Biomass content is obtained from constant dry weight from sample drying at 103 plus minus 2degree C. Laboratory test was done to determine carbon content with Walkley and Black method. The best equation is selected using allometric equation based on the highest R- square. The results of research showed that average root organ biomass content was 8,38plus minus 0,79 kg/tree, with an average carbon content was 2,542plus minus 0,319 kg/tree. The carbon content of root organ was 30,49% of its biomass weight. Allometric equation on diameter and biomass association was B=0.033 (dbh)2.520 while allometric equation of diameter and carbon association was C=0.013 (dbh)2.378. Potential in Petir village for biomass was 14.932 ton/ha, carbon potential 4.218 ton /ha and CO2 absorption potential 15.480 ton/ha. Ori bamboo beneficial for soil and water conservation.
Kata Kunci : Hutan rakyat, biomassa, karbon, CO2, alometrik, Bambu Ori, lingkungan.