PROBLEM FOCUSED COPING DI USIA DEWASA MUDA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN DISIPLIN PENDIDIKAN
SARAH HAFSAH MARUA, Dr. Maria Goretti Adiyanti, M.S.
2016 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan strategi problem focused coping di usia dewasa muda dengan meninjau jenis kelamin dan disiplin pendidikan yang berbeda. Problem focused coping merupakan salah satu bentuk strategi yang dilakukan individu dalam mengatasi stres yang dihadapi. Strategi ini adalah bentuk coping terhadap masalah dengan cara instrumental action atau perilaku langsung menyelesaikan masalah; cautiousness yaitu kehati-hatian; dan negotiation atau bentuk coping dengan cara interpersonal. Jenis kelamin adalah identitas sosial yang dibedakan secara biologis, dalam hal ini adalah jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Disiplin pendidikan adalah bidang studi atau cabang ilmu yang dipilih seseorang; dalam hal ini dibedakan sebagai soft science seperti ilmu sosial dan humanities; dan hard science seperti teknik. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan penggunaan problem focused coping ditinjau dari jenis kelamin dan disiplin pendidikan yang berbeda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Problem Focused Coping serta kuesioner untuk mengungkap data demografi. Subyek berjumlah 238 mahasiswa baik dari S1 maupun S2 dengan kisaran usia 18-24 tahun, terdiri dari kategori soft science (perempuan = 114 orang; laki-laki = 47 orang) dan hard science (perempuan= 47 orang; laki-laki 30 orang). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Two-Way ANOVA. Hasil dari analisis menunjukkan F = 0,167 dan p = 0,683 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan problem focused coping ditinjau dari jenis kelamin dan disiplin pendidikan yang berbeda.
The aim of this research was to examine how problem focused coping of different sexes and academic disciplines applied. Problem focused coping is one of the strategies an individual use to cope with stress. This strategy involves instrumental actions or direct action to solve the problem; cautiousness; and negotiation using interpersonal means. Sex is defined as social identity differentiated by biology, in this case were females and males. Academic disciplines were field of studies an individual choose; in this study was differentiated as soft science, such as social sciences and humanities; and hard science, such as engineering. It was hypothesized that there were a difference of problem focused coping between different sexes and academic disciplines. Instrument used in this research was Problem Focused Coping Scale along with a demographic questionnaire. There were 238 subjects from undergraduates and post-graduates studies from the age 18-24 years old, which were categorized as soft science (female= 114 subjects; male= 47 subjects), and hard science (female= 47 subjects; male= 30 subjects. This research was a quantitative research and Two-Way ANOVA was used to analyze the data. The result of the analysis showed F = 0,167 and p = 0,683 which meant there was no significant different in problem focused coping application between different sexes and academic disciplines.
Kata Kunci : problem focused coping, strategi coping, jenis kelamin, disiplin pendidikan, problem focused coping, coping strategy, sexes, academic disciplines