Laporkan Masalah

Efektivitas Struktur Organisasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sleman

RIZAL SEPTIAN, Dr. Sukamdi, M.Sc.;Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si.

2016 | Tesis | S2 STUDI KEBIJAKAN

Pemerintah Kabupaten Sleman membentuk Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) hingga ke tingkat padukuhan, di setiap tingkatan pemerintah dibentuk TPK. Hal tersebut dipandang bahwa upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya dapat dilihat dari segi program dan kebijakan yang akan dilaksanakan, tetapi perlu dilihat pula dari sisi organisasi yang menangani program tersebut. Melihat banyaknya kegiatan penanggulangan kemiskinan maka perlu ada upaya untuk mengoordinasikan dan mensinergikan seluruh kegiatan tersebut, oleh sebab itu dibentuklah TKPKD dan TPK di Kabupaten Sleman. Agar target yang penanggulangan kemiskinan dapat tercapai sesegera mungkin, maka organisasi ini harus bekerja secara efektif. Oleh karena itu, efektivitas penanggulangan kemiskinan akan sangat dipengaruhi oleh kualitas koordinasi lintas sektoral dan lintas pemangku kepentingan tersebut dalam perencanaan maupun pelaksanaan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sleman khususnya pada pemerintah daerah Kabupaten Sleman, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis penjodohan pola. Logika penjodohan pola seperti ini digunakan dengan membandingkan pola yang didasarkan atas empiris dengan pola yang diprediksikan. Jika kedua pola ini ada persamaan, hasilnya dapat menguatkan validitas internal studi kasus yang dilakukan. Hasil penelitian ini adalah Efektivitas struktur penanggulangan kemiskinan kabupaten Sleman belum bekerja secara optimal, hanya beberapa bagian dari struktur organisasi yang bekerja hal tersebut dapat terlihat pelaksanaan fungsi organisasi masih berfokus pada penguatan basis data sistem informasi penanggulangan kemiskinan dan Pelaksanaan fungsi organisasi ini belum dapat dideskripsikan lebih rinci dalam pelaksanaan fungsi masing-masing unit dalam organisasi penanggulangan kemiskinan. Faktor yang mempengaruhi efektivitas struktur organisasi meliputi: formalisasi belum optimal sehingga struktur organisasi penanggulangan kemiskinan belum efektif karena anggota TPK Kecamatan-Desa-Padukuhan sering berganti-ganti, pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai anggota TKPK yang bias dengan tugas dan fungsi dalam pemerintahan daerah, belum adanya tata tertib organisasi, masih minimnya pelatihan kepada anggota TKPK maupun TPK, belum adanya ritual pengangkatan maupun penghargaan kepada setiap individu. Sentralisasi dan desentralisasi mempengaruhi struktur organisasi menjadi efektif karena dari hal tersebutlah lahir ide dan inovasi serta kegiatan penanggulangan kemiskinan yang membuat struktur organisasi sedikit berjalan. Diferensiasi yang mempengaruhi struktur organisasi bekerja secara efektif yaitu diferensiasi spasial karena dengan diferensiasi ini berhasil membentuk basis data sistem informasi penanggulangan kemiskinan, diferensiasi horizontal dan vertikal hanya mengikuti aturan formal yang sudah ada namun masih dengan kontribusi yang minimal karena dipengaruhi oleh formalisasi yang belum efektif.

Sleman District Government formed Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) to the level of padukuhan, at every level of government is formed TPK. It is seen that the efforts to reduce poverty not only be seen in terms of programs and policies to be implemented, but it should be seen also from the side of organizations working on the program. Seeing the number of poverty alleviation activities there should be an effort to coordinate and synergize all these activities, and therefore formed TKPKD and TPK in Sleman. In order for poverty reduction target can be achieved as soon as possible, then the organization should work effectively. Therefore, the effectiveness of poverty reduction will be strongly influenced by the quality of cross-sectoral coordination and cross these stakeholders in the planning and implementation of policies and programs to reduce poverty. This study was conducted in Sleman district, especially at the local government of Sleman, this study used qualitative methods. Collecting data using interviews, observation and documentation. The analysis used in this study is an analysis of pairing pattern. Logic pairing this pattern is used to compare the patterns based on empirical with the predicted pattern. If both patterns there are similarities, the results could strengthen the internal validity of case studies conducted. The result of this research is the effectiveness of structural poverty Sleman district has not worked optimally, only some parts of the organizational structure of the work it can be seen the implementation of the functions of the organization continues to focus on strengthening the data base information system for poverty reduction and implementation of organizational functions cannot yet be described in more detail the implementation of the functions of each unit in the organization poverty reduction. Factors affecting the effectiveness of the organizational structure include: formalization has not been optimal so that the organizational structure of poverty reduction is not effective because TPK members of the Kecamatan-Desa-Padukuhan floater, duties and functions as members TKPK biased to the duties and functions of the local government, yet their discipline of the organization, they still lack the training to members TKPK and TPK, yet their removal ritual and awards to each individual. Centralized and decentralized organizational structure became effective influence because of them that were born of ideas and innovation as well as poverty reduction activities that make walking a little organizational structure. Differentiation affecting the organizational structure that works effectively for differentiation spatial differentiation is successfully formed the basis of poverty reduction information system data, horizontal and vertical differentiation just follow the formal rules that already exists but still with a minimal contribution because it is influenced by the formalization that has not been effective.

Kata Kunci : efektivitas, struktur organisasi, implementasi kebijakan dan penanggulangan kemiskinan. /effectiveness, organizational structure, policy implementation and poverty reduction.

  1. S2-2016-338843-abstract.pdf  
  2. S2-2016-338843-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-338843-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-338843-title.pdf