Laporkan Masalah

KEMAMPUAN BERTAHAN PEREMPUAN DESA KEPUHARJO PADA TAHAP PEMULIHAN BENCANA SEBAGAI WUJUD MASYARAKAT TANGGUH BENCANA (Studi Kasus : Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DIY)

AFANDI TORKIS, Dr. Bevaola Kusumasari, S.I.P., M.Si.

2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat keberadaan kaum perempuan di Desa Kepuharjo pada masa pemulihan bencana erupsi Merapi. Desa Kepuharjo merupakan daerah rawan bencana karena jaraknya yang dekat dengan pusat bencana. Adanya kemampuan bertahan perempuan Kepuharjo selama masa pemulihan setelah tiga tahun melewati bencana erupsi Merapi 2010 memperlihatkan, walaupun mereka termasuk bagian dalam kelompok yang rentan namun tidak menjadikannya sebagai keterbatasan yang tidak bisa berbuat apa-apa. Hal ini dikarenakan dikenalnya Desa Kepuharjo sebagai sentra industri wedang uwuh dengan agen penggeraknya adalah kaum perempuan. Masa pemulihan bencana sebagai bagian dalam konteks bencana dan adanya kemampuan perempuan dalam bertahan, penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual ancaman bencana, peran perempuan dan modal sosial, serta masyarakat tangguh bencana. Ancaman bencana secara konsep dapat didefinisikan untuk menentukan ada atau tidaknya kerentanan dan daya tahan dalam melihat tingkat resiko bencana yang dapat terjadi. Hal tersebut tentu harus didukung oleh adanya konsep peran yang dijalankan oleh kaum perempuan Kepuharjo yang sudah bekerja dalam bertahan selama masa pemulihan. Kemampuan inilah yang kemudian menghantarkan mampu atau tidaknya mereka untuk dapat dikategorikan sebagai bagian masyarakat tangguh bencana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan survey dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, serta dipadukan dari data sekunder dengan cara sekunder. Melalui data yang dikumpulkan memberikan kesimpulan bahwa kaum perempuan desa Kepuharjo memiliki kemampuan yang kuat dalam bertahan selama pemuliha, hal ini diperlihatkan adanya diversifikasi pekerjaan yang banyak dilakukan oleh mereka. Namun disisi lain juga memperlihatkan lambatnya kemampuan untuk bangkit ke tingkat ekonomi yang stabil dalam waktu yang singkat, hal ini dipengaruhi karena besarnya dampak erupsi yang terjadi. Mengatasi waktu yang relatif lama untuk ke tingkat ekonomi yang stabil, diperlukan pemberian modal yang tepat guna serta pelatihan bagi para pencoker agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

This research aimed to see the presence of women in the village at the time of recovery Kepuharjo Merapi eruption. Kepuharjo Village is a disaster-prone area because of its proximity to the epicenter. Their ability to survive Kepuharjo women during the recovery period after three years past the Merapi eruption in 2010 showed, even though they are included in a group that is vulnerable, but do not make it as a limitation that can not do anything. This is because the village known as industrial centers wedang Kepuharjo uwuh with the agent driving are women. Future disaster recovery as a part in the context of disasters and their ability to survive the women in this study used a conceptual approach to the threat of a disaster, the role of women and social capital, as well as disaster resilient communities. The threat of disaster concept can be defined to determine the presence or absence of vulnerability and resilience in view of the level of risk that a disaster could occur. It certainly should be supported by the concept of the role undertaken by women Kepuharjo who has worked in defense during the recovery period. It is this ability which then delivers capable or not they are to be categorized as part of a disaster resilient community. This research used qualitative methods and approaches survey data collection techniques are observation, interviews, and combined with secondary data by way of a secondary. Through the data collected to the conclusion that women Kepuharjo village have a strong ability to survive during pemuliha this showed the diversification of the work done by them. On the other hand also shows the slow pace of the ability to rise to the level of a stable economy in a short time, this is very much due to the magnitude of the eruption happened. Overcoming a relatively long time for the level to a stable economy, required the provision of appropriate capital and training of pencoker in order to earn a better income.

Kata Kunci : Bencana, Perempuan, Strategi Tangguh Bencana

  1. S1-2016-270328-abstract.pdf  
  2. S1-2016-270328-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-270328-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-270328-title.pdf