PENGARUH RESTRIKSI PAKAN YANG DIIKUTI REFEEDING TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN BOBOT RETIKULORUMEN PADA KAMBING KACANG JANTAN (Capra hircus)
DHIAN RIZKI UTAMI, Dr. drh. Irkham Widiyono
2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANKambing merupakan salah satu jenis ternak yang sudah tidak asing bagi sistem usaha tani di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan jumlah asupan pakan dari restriksi dan refeeding terhadap bobot badan dan bobot retikulorumen pada kambing kacang jantan. Penelitian menggunakan 12 ekor kambing kacang jantan berusia kurang lebih 1-1,5 tahun yang secara klinis sehat, dan dibagi menjadi empat kelompok (K1, K2, K3, K4) dan diadaptasikan dengan pakan dan lingkungan. Pada periode I (hari 1-39) kelompok K1, K2, K3, dan K4 masing-masing diberi pakan (BK) sebesar 4; 2,5; 2; dan 1,5% BB dan pada periode II (hari 40-95) hewan diberi pakan (BK) 4% BB. Penimbangan bobot badan dilakukan setiap akhir minggu dan penimbangan bobot retikulorumen dilakukan pada hari ke-96 segera setelah hewan disembelih. Hasil penelitian menunjukkan pada akhir periode I terjadi pertambahan bobot badan (BB) pada K1, K2, dan K3 masing-masing sebesar 75,05±33,19; 51,28±11,75; 35,04±42,69 gr/hari namun terjadi penurunan BB pada K4 sebesar 34,19±12,12 gr/hari. Pada akhir periode II terjadi pertambahan bobot badan pada K1, K2, K3, K4 masing-masing sebesar 73,73±26,42; 98,21±21,43; 90,48±22,75; 80,36±49,33 gr/hari. Persentase bobot retikulorumen hewan K1, K2, K3, K4 masing-masing sebesar 0,019±0,003; 0,018±0,001; 0,019±0,003; 0,018±0,002 %BB, dan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa penurunan asupan pakan mengakibatkan penurunan pertambahan bobot badan, sedang pemenuhan kembali asupan pakan (refeeding) setelah restriksi mengakibatkan pertambahan bobot badan yang cenderung lebih tinggi. Restriksi dan pemenuhan kembali jumlah pakan (refeeding) tidak mengakibatkan perubahan bobot retikulorumen. Kata kunci: restriksi, refeeding, bobot badan, bobot retikulorumen, kambing kacang jantan
Goat is a common livestock that has been in the farming system in Indonesia. This study is aimed to determine the effect of changes in the amount of feed intake from restriction and refeeding on body weight (BW) gain and retikulorumen's weight of male kacang goat. This study used 12 male kacang goats approximately 1-1.5 years old and clinically healthy, were divided into four groups (K1, K2, K3, K4) and adapted to feed and the environment. At the first period (days 1-39) K1, K2, K3, and K4 was fed with dry matter (DM) by 4; 2.5; 2; and 1.5% BW and the second period (40-95 days) all groups were fed (DM) 4% BW. Body weight was measured every weekend and the retikulorumen's weight was taken on day 96 immediately after the animal slaughtered. The results showed at the end of the first period on K1, K2, and K3 occurred body weight gain respectively 75.05±33.19; 51.28±11.75; 35.04±42.69 g/day, but on K4's was decreased to 34.19ñ12.12 g/day. At the end of the second period on K1, K2, K3, K4 occurred body weight gain respectively 73.73±26.42; 98.21±21.43; 90.48±22.75; 80.36±49.33 g/day. The percentage of retikulorumen's weight on K1, K2, K3, K4 respectively 0.019±0.003; 0.018±0.001; 0.019±0.003; 0.018±0.002 %BW, and did not show any significant differences (P>0.05). It can be concluded that the reduction of feed intake resulted on decrease of body weight gain, but the refeeding after restriction resulted in body weight gain is higher. Restriction and refeeding did not have any effect on retikulorumen's weight. Keywords: restriction, refeeding, body weight, retikulorumen, male kacang goats
Kata Kunci : restriksi, refeeding, bobot badan, bobot retikulorumen, kambing kacang jantan