Laporkan Masalah

Identifikasi Persebaran Permukiman Kumuh Dibandingkan Dengan Persepsi Masyarakat Tentang Permukiman Kumuh di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo

MUH. IZZATULLAH, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A.

2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kecamatan Wara Timur merupakan salah satu lokasi permukiman kumuh di Kota Palopo Penelitian ini dilakukan karena Kota Palopo memiliki masalah yang mengganggu perkembangan kota yaitu permukiman kumuh. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Mengetahui persebaran permukiman kumuh di Kota Palopo. 2) mengetahui persepsi masyarakat mengenai permukiman kumuh dan 3) mengetahui perbedaan kawasan permukiman kumuh dari parameter dan persepsi masyarakat. Metode yang digunakan adalah bersifat deskripstif kuantitatif melalui pemodelan spasial kawasan permukiman kumuh dengan pertimbangan beberapa parameter seperti kepadatan permukiman, pola permukiman, kerepatan vegetasi, kondis halaman, kondisi jalan masuk, dan lebara jalan, kemudian hasil tersebut dilakukan pembobotan berjenjang tertimbang menghasilkan peta kawasan permukiman kumuh dengan 3 klasifikasi berdasarkan klasifikasi interval teratur. peta tentatif kawasan permukiman kumuh kemudian dilakukan cek lapangan dengan kuesioner (wawancara terstruktur dan tertutup) untuk menganalisis persebaran serta persepsi masyarakat tentang permukiman kumuh di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Analisis hasil dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan parameter-parameter kawasan permukiman kumuh dan persepsi masyarakat tentang permukiman kumuh.Analisis parameter ini dilakukan untuk mengidentifikasi kelas permukiman kumuh yang ada di daerah kajian berdasarkan parameter-parameter yang telah ditentukan.Analisis persepsi masyarakat tentang permukiman kumuh dilakukan berdasarkan hasil kuisioner serta wawancara dengan membandingkannya dengan kelas kawasan permukiman kumuh yang telah dihasilkan sebelumnya. Kecamatan Wara Timur mempunyai tiga kelas permukiman yaitu sangat kumuh dan cukup kumuh dan tidak kumuh Hasil analisis didapatkan bahwa kawasan permukiman kelas sangat kumuh dari parameter fisik dengan luas 98,75838ha, sedangkan pada dari persepsi masyarakat yaitu dengan luas 112,1247ha.Kelas cukup kumuh dari parameter fisik yaitu dengan luas 52,81517ha, sedangkan pada dari persepsi masyarakat yaitu dengan luas 26,12935ha. Kelas tidak kumuh kumuh dari parameter fisik dengan luas 63,93878, sedangkan pada dari persepsi masyarakat dengan luas 77,25829. Hasil Analisis menunjukkan bahwa kawasan permukiman kumuh berdasarkan parameter fisik dari permukiman tidak jauh berbeda dengan persepsi masyarakat seperti pada luas dari parameter fisik 151,57355ha dari hasil klasifikasi sangat kumuh dan cukup kumuh yang dijumlahkan. sedangkan hasil dari persepsi masyarakat seperti pada luas dengan nilai 1138,25405dari hasil klasifikasi sangat kumuh dan cukup kumuh yang dijumlahkan. Perbedaan yang tidak begitu signifikan. Persebaran permukiman kumuh berdasarkan persepsi masyarakat adalah di bagian utara dan tengah Kecamatan Wara Timur. Pola persebaran permukiman kumuh antara hasil pemetaan dengan persepsi masyarakat, relatif sama pola permukiman yang mengelompok dengan pola tidak teratur.

Wara East sub-district is one of slum area in Palopo city. This research was conducted because Palopo have problems with slum area which offend the development of the city. The aims of 1) Knowing the dissemination of slum area in Palopo. 2) Knowing the public perception about slum area and 3) Knowing the differences slum area from parameter and public perception. The method is quantitative descriptive through spatial modeling of slum area with the consideration of several parameters such as density settlements, settlement patterns, vegetation density, conditions of the yard, conditions of the street and the width of the road. After that, the result should be weighted tiered to deliver a map of slum area with three classification based on regular intervals classification. Tentative map of slum area subsequently checked with questionnaires (structured interviews and closed) to analyze the distribution as well as the public perception about slum area in Wara East, Palopo. Analysis of the results is a descriptive qualitative based on the parameters of slum area and public perception about slum area. Parameter analysis was conducted to identify the class of slum area in the study based on the parameters that have been determined. Analysis of the public perception about slum area made based on the results of questionnaires and interviews with comparing it with other slum area that has been delivered before. Wara East has three class settlements such as very seedy, quite seedy, and not seedy. From the analysis found that very seedy area of the physical parameter with an area of 98,7583 ha, while the public perception with an area 112,124 ha. Quite seedy area of the physical parameter with an area 52,8151 ha, whereas in public perception with an area of 26,1293 ha. Not seedy area of the physical parameter with an area of 63,93878 ha, while the public perception with an area of 77,25829 ha. The analysis results showed that slum area by the physical parameters of the settlement are not much different from the public perception as the comprehensive physical parameters 151,57355 ha from very seedy and quite seedy clasification that summed. While, percentage of the value of 42.25%, while the results of the broad public perception as to the value of 1138,25405 from very seedy and quite seedy clasification that summed. Differences not significant. The spread of slums area based on public perception is northern and central parts of Wara East. The pattern of the spread of slums area between the mapping results and public perception relative same clustered settlement pattern with an irregular pattern.

Kata Kunci : pattern, slums, physical variables, perception

  1. S1-2016-281699-abstract.pdf  
  2. S1-2016-281699-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-281699-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-281699-title.pdf