PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DI INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN
I GUSTI AYU KADE DHI, Ratna Nurhayati, S.E., M.Com., Ak., CA., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik dewan komisaris terhadap tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial di perusahaan-perusahaan dalam industri makanan dan minuman. Karakteristik dewan komisaris yang diteliti meliputi ukuran dewan komisaris, frekuensi rapat dewan komisaris, komisaris wanita dalam dewan komisaris, independensi dewan komisaris, dan dualitas CEO. Sedangkan, tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial dinilai dari kesesuaian item-item pengungkapan tanggung jawab sosial pada laporan tahunan perusahaan dengan item-item pengungkapan tanggung jawab sosial untuk industri makanan dan minuman yang terdapat pada G4 Sustainability Reporting Guidelines. Sampel yang digunakan adalah 96 perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar pada bursa efek negara-negara ASEAN pada tahun 2015. Variabel kontrol yang dipilih adalah ukuran perusahaan dan profitabilitas perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komisaris wanita dan frekuensi rapat dewan komisaris memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan tanggung jawab sosial. Sedangkan ukuran dewan komisaris, independensi dewan komisaris, dan dualitas CEO tidak mempengaruhi tingkat pengungkapan laporan tanggung jawab sosial
This study is aimed to analyze the relationship between board of director’s characteristics and the extent of social responsibility disclosure in food and beverage industry. Board of director’s characteristics analyzed are board size, board meeting frequency, woman in board, board independence, and CEO duality. The extent of social responsibility disclosure is measured by considering the suitability of social responsibility disclosure in annual report and social responsibility guidelines in G4 Sustainability Reporting Guidelines for food and beverage industry. The sample of this study consists of 96 companies in food and beverage industry which is listed in ASEAN in 2015. This study used company size and profitability as control variable. The result is board meeting frequency and woman in board have significant and positive relationship to the extent of social responsibility disclosure. While, board size, board independence, and CEO duality have insignificant relationship to the extent of social responsibility disclosure.
Kata Kunci : Pengungkapan, Pengungkapan tanggung jawab sosial, Corporate Governance