Gambaran Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Aspek Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai di Apotek Kabupaten Flores Timur
YOSEFINA EMILIA INA SOMI , Bondan Ardiningtyas, M.Sc., Apt.
2016 | Skripsi | S1 FARMASIApotek merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dalam rantai distribusi obat hingga sampai kepada pasien. Apotek-apotek di Kabupaten Flores Timur sebagai sarana pelayanan kesehatan harus senantiasa menjamin dan meningkatkan mutu pelayanan farmasi dengan obat sebagai faktor penunjang kesehatan pasien mulai dari perencanaan sampai dengan pencatatan dan pelaporan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran sistem dan tingkat penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian aspek pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai di Apotek Kabupaten Flores Timur berdasarkan PMK RI No. 35 tahun 2014 . Metode yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental yang terdiri dari pengumpulan data hasil kuesioner, observasi dan wawancara sebagai data primer. Analisis data menggunakan analisis univariat yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan skala Guttman. Kemudian dibagi dalam tiga kategori yaitu baik (81-100%), cukup (61-80%), dan kurang (20-60%). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rerata tingkat pengelolaan obat pada tahap perencanaan (100%), pengadaan (100%), penerimaan (100%), penyimpanan (90,05%), pemusnahan (97,62%), pengendalian (91,33%), pencatatan dan pelaporan (98,21%). Dapat disimpulkan bahwa tingkat penerapan standar pelayanan kefarmasian aspek pengelolaan obat dari perencanaan sampai dengan pencatatan dan pelaporan di apotek termasuk dalam kategori baik.
Pharmacy is a place that cannot be separated with distribution chain because the relation between both things make the medicine can be received from the patient. Pharmacy in Flores Timur District has a function as a health- care facility must always guarantee and increase the service quality with the medicine as the factor in supporting patient's health, starting from the planning to the recording and reporting. The purpose of this research is to find out the depiction of system and level of the implication of the pharmaceutical care standard in pharmacy in the aspect of medicine management and consumable medical materials in pharmacies in Flores Timur district according to PMK RI No. 35 Tahun 2014. The method that is used in this research is a non-experimental descriptive method which consists of the collection of the final data of questionnaire, observation, and interview as the primary data. In analyzing the data the researcher uses univariate analysis that is presented in form of tables and graphics. The quantitative analysis is executed by using Guttman scale. Furthermore, it is divided into three categories which are Good (81-100%), adequate (61-80%) and lack (20-60%). From the research, it is obtained that the average of the level in medicine management in planning phase (100%), procurement (100%), receipt (100%), storage (90,05%), extermination (97,62%), controlling (91,33%), recording and reporting (98,21%). It is concluded that grade of the implication of pharmaceutical care standard in pharmacy in the aspect of medicine management starting from the planning until recording and reporting in pharmacy is assumed in good category.
Kata Kunci : Pengelolaan obat di apotek, skala Guttman, PMK RI No. 35 tahun 2014, Apotek Kabupaten Flores Timur / medicine management in pharmacy, Guttman scale, PMK RI No. 35 Tahun 2014, Pharmacies in Flores Timur district.