Laporkan Masalah

PERILAKU RUMAHTANGGA MISKIN DALAM PERAWATAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN MENURUT VARIASI RUANG DI DESA MUNTUK, KECAMATAN DLINGO, KABUPATEN BANTUL

WIDHA AYU NUR P H, Dr. Umi Listyaningsih, M. Si

2016 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perilaku perawatan kehamilan dan persalinan memiliki peran penting dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Rumahtangga miskin tergolong rentan dalam melakukan perawatan kehamilan dan persalinan karena terhambat masalah ekonomi pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan karakteristik rumahtangga miskin, menjelaskan perilaku rumahtangga miskin dalam perawatan kehamilan dan persalinan, dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan kehamilan dan persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan servei lapangan dan wawancara terhadap seluruh rumahtangga penerima Raskin di Dusun Banjarharjo 1 (49 rumahtangga) dan Banjarharjo 2 (95 rumahtangga). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial berupa uji korelasi untuk mengetahui hubungan variabel terikat dengan variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan aksesibilitas mudah dan daerah dengan aksesibilitas sulit memiliki karakteristik rumahtanga miskin yang sama dilihat dari segi umur kepala rumahtangga didominasi oleh kelompok umur 40-44 tahun, jumlah anggota rumahtanga rata-rata 3, pendidikan sebagian besar tamat SD, dan akses secara subjektif sebagian besar responden mengaku mudah. Perilaku perawatan kehamilan dan persalinan serta kualitas pelayanan kesehatan di daerah penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan faktor umur KRT yaitu semakin tua KRT maka perilaku perawatan kehamilan dan persalinan semakin rendah, pendidikan yaitu semakin tinggi tingkat pendidikan maka perilaku perawatan kehamilan dan persalinan semakin bagus, semakin sulit akses maka perilaku perawatan kehamilan dan persalinan ke pelayanan medis akan semakin rendah, dan ekonomi yang ditinjau dari pengeluaran yang menunjukkan semakin tinggi tingkat pengeluaran maka perilaku perawatan kehamilan dan persalinan semakin bagus.

Behavioral treatment of pregnancy and childbirth have an important role in efforts to reduce the number of maternal and infant mortality. Poor households classified as vulnerable in prenatal care and childbirth because of hampered economic problems in general. The purpose of this study is to explain the characteristics of poor households, explain the behavior of poor households in the care of pregnancy and childbirth, and explain the factors related to pregnancy and delivery care. This research is a quantitative research with servei and interviews of all households in the hamlet Raskin recipients Banjarharjo 1 (49 households) and Banjarharjo 2 (95 households). Analyzed using descriptive and inferential analysis in the form of correlation to determine the relationship of the dependent variable with the independent variable. The results showed that areas with easy and difficult accessibility have the characteristics of poor households, same in terms of the age of the household head is dominated by prime age, the number of household members on average 3, education largely completed primary education, and access to subjectively mostly respondents admitted easily. Behavioral poor hoeusehold on antenatal care related to age factor, eccess, and economic condition

Kata Kunci : perilaku perawatan kehamilan dan persalinan, karakteristik penduduk miskin, demografi, akses, ekonomi/antenatal care, poor household, age, access, economy