Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH KETERBUKAAN EKONOMI TERHADAP ARUS MASUK PENANAMAN MODAL ASING DI 30 PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2000-2013

NIRAMAYA LAKSMITANINGTYAS, Penanaman Modal Asing, Keterbukaan Ekonomi

2016 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Menyadari pentingnya aliran dana investasi sebagai komponen pembangunan, negara-negara anggota ASEAN pun membuat cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang digunakan sebagai pedoman untuk menciptakan rezim investasi yang bebas dan terbuka di ASEAN. Diberlakukannya MEA ini, membuat isu penanaman modal asing (PMA) di Indonesia menjadi lebih menarik. Dibutuhkan rencana-rencana strategis agar Indonesia dapat berkompetisi dengan sesama anggota ASEAN lainnya. Salah satunya adalah pembenahan regulasi UU penanaman modal asing ( UU No.1 Tahun 1967 direvisi menjadi UU No.25 Tahun 2007), yang berhasil meningkatkan jumlah PMA yang diterima Indonesia. Namun peningkatan jumlah PMA ini tidak diiringi dengan penyerapan PMA yang merata di berbagai daerah Indonesia dan hanya terpusat di Pulau Jawa. Selain itu, data penelitian juga mengindikasikan adanya penurunan aliran masuk PMA menjelang penyelenggaraan pemilihan umum presiden, yang bersamaan dengan dimulainya kebijakan otonomi daerah pada tahun 2004. Pelaksanaan kebijakan otonomi daerah yang memberikan wewenang lebih kepada kepala daerah diduga memiliki pengaruh terhadap keputusan investor untuk berinvestasi di daerah. Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keterbukaan ekonomi dan pilpres yang berkontribusi pada besaran penyerapan PMA di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keterbukaan ekonomi dan adanya pengaruh lain, seperti penyelenggaraan pilpres memiliki pengaruh terhadap aliran PMA yang masuk di 30 provinsi Indonesia. Untuk mengetahui pengaruh variabel tersebut terhadap PMA di Indonesia digunakan regresi data panel dengan metode fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan ekonomi berpengaruh positif, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap aliran PMA. Pendapatan per kapita yang merupakan proksi dari ukuran pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap aliran PMA. Selain itu, adanya penyelenggaraan pemilihan presiden (pilpres) berdampak negatif dan signifikan terhadap aliran PMA. Sedangkan perpindahaan rezim demokrasi bepengaruh negatif dan tidak signifikan.

Recognizing an importance of investment flows as one of the component of development, ASEAN countries member created an ASEAN Economic Community (AEC) 2015 blueprint, as a guideline to create a free and open investment regime in ASEAN. The enactment of AEC makes the issue of foreign direct investment (FDI) in Indonesia becomes more attractive. Indonesia needs strategic plans to compete with other ASEAN members. One of the regulation improvement of FDI is Act 1 of 1967 which is revised by the Act No.25 of 2007. The act managed to increase the amount of FDI inflows to Indonesia. Hence, an increasing number of FDI is followed by uneven absorption of FDI in various regions of Indonesia which concentrated in Java. In addition, the research data also indicates a decrease in FDI inflows during the presidential election, which coincide with the start of the regional autonomy policy in 2004. The implementation of regional autonomy which gives more authority to the governor suspected to influence the investors’ decision to invest in the area. Both indicate that in addition to the influence of the economy, there are level of openness and other variables, such as presidential general election which contribute to the amount of FDI absorption inflows in the region. This study aims to determine whether the disclosure of openness and presidential general election have an influence on FDI inflows in 30 provinces of Indonesia. To determine the influence of these variables this research uses pannel data regression with fixed effect model. The results of this study indicate that openness has positive effect, but not significant on FDI inflows. GDRP per capita as a proxy of market size has significantly positive effect on FDI inflows. Besides that, the presidential general election has significantly negative effect on FDI inflows, while the democration rezim has a negative effect, but not significant on FDI inflows.

Kata Kunci : Penanaman Modal Asing, Keterbukaan Ekonomi

  1. S1-2016-330581-abstract.pdf  
  2. S1-2016-330581-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-330581-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-330581-title.pdf