PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM SEKTOR INFORMAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Analisis Susenas Kor Tahun 2014)
NEILY NURUL ISTIANY , Dr. Agus Joko Pitoyo S.Si.,M.A
2016 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPerubahan struktur ekonomi menjadikan perempuan memiliki kesempatan kerja untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dilakukan perempuan tidak terlepas untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Sektor informal menjadi salah satu pilihan yang digunakan perempuan dalam memperoleh pendapatan. Selain tidak membutuhkan modal yang besar, sektor informal juga tidak mengharuskan untuk berpendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan jumlah anak. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) Kor di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2014. Analisis data menggunakan software SPSS 20 dengan menggunakan metode analisis regresi logistik dan analisis t-test. Analisis regresi logistik variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah umur (X1), pendidikan (X2), status perkawinan (X3), dan jumlah anak (X4). Variabel dependennya yakni partisipasi perempuan di sektor informal (Y). Sedangkan analisis independen t-test digunakan untuk mengetahui rerata pengeluaran rumah tangga perempuan yang bekerja di sektor formal dan informal. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa umur, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan jumlah anak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi perempuan di dalam sektor informal yang ditandai dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Variabel yang paling dominan yang mempengaruhi partisipasi perempuan ke sektor informal yakni variabel tingkat pendidikan dengan nilai odds ratio sebesar 3,534. Hasil pengujian t-test menunjukan bahwa perempuan dengan pengeluaran rendah akan cenderung memilih sektor informal sebagai strategi keberlangsungan hidup.
Changes in economic structure makes women have employment opportunities to participate in economic activities. Economic activities of women can not be separated to provide for the family. The informal sector is becoming one of the options used in obtaining income women. In addition to not require a large capital, the informal sector is also not required for the highly educated. This research aims to investigate the influence of age, the level of education, marital status and number of children. The data used in this study using secondary data obtained from Susenas (National Social Economic Survey) Kor in Yogyakarta in 2014. Data were analyzed using SPSS 20 software using logistic regression analysis and t-test analysis. Logistic regression analysis of independent variables used in this study were age (X1), level of education (X2), marital status (X3), and number of children (X4). The dependent variable the participation of women in the informal sector (Y). While the analysis of independent t-test was used to determine the average household expenditure women working in the formal and informal sectors. The results of this research showed that age, level of education, marital status and number of children significantly influence women's participation in the informal sector, characterized by significant value less than 0,05. The most dominant variable affecting women's participation to the informal sector is level of education variable with a value odds ratio of 3,534. The test results of t-test showed that women with low spending will tend to prefer the informal sector as a survival strategy
Kata Kunci : sektor informal, perempuan, regresi logistik/informal sector, women, logistic regression