Laporkan Masalah

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PRODUK ROKOK ELEKTRIK YANG TIDAK MENCANTUMKAN INFORMASI DAN/ATAU PETUNJUK PENGGUNAAN BARANG DALAM BAHASA INDONESIA DI YOGYAKARTA

ANDREAS AGUNG.P, R.A. Antari Innaka T, S.H., M.Hum

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Rokok elektrik merupakan sebuah produk yang dianggap oleh sebagian besar masyarakat sebagai substitusi rokok konvensional yang lebih aman. Sampai dengan sekarang belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur secara spesifik mengenai rokok elektrik dan produk rokok elektrik yang beredar di Indonesia cenderung tidak memiliki informasi dan/atau cara penggunaan dalam Bahasa Indonesia. Hal ini yang menjadi ihwal pembuatan penulisan hukum ini yang membahas mengenai perlindungan konsumen rokok elektrik yang tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan dalam Bahasa Indonesia di Yogyakarta. Tulisan ini menggunakan metode empiris yuridis, yakni merupakan penelitian yang bertitik tolak dari permasalahan dengan terjun langsung melihat kenyataan yang terjadi di lapangan, kemudian menghubungkannya dengan peraturan perundang-undangan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari kesimpulan ini adalah masih banyak ditemukannya produk-produk rokok elektrik yang tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan dalam Bahasa Indonesia di Yogyakarta hal ini menimbulkan konsekuensi hukum terhadap pelaku usaha berupa sanksi administrasi dan sanksi pidana. Hal tersebut di atas dikorelasikan dengan Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Most people consider electric cigarettes as a safer substitute product of conventional cigarettes. However, up until now, there is no specific electronic cigarette legislation and all circulating electric cigarette products in Indonesia tend to not have written information and instruction for use in Indonesian. The purpose of this law paper is to explain about consumer protection of electronic cigarette product which does not show information and instruction that written in Indonesian at Yogyakarta.This paper used a juridical empirical method, the research started by looking directly to the problem in the field, then connected with the legislation. The conclusion that can be drawn is there is still a lot of electric cigarette products that do not display information and instruction in Indonesian at Yogyakarta. Consequently, there will be legal sanctions toward businessmen in this industry both administrative or legal sanctions . Thing mentioned above is correlated with Law No.8 of 1999 on Consumer Protection.

Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Rokok Elektrik / Consumer protection, electric cigarettes

  1. S1-2016-334008-abstract.pdf  
  2. S1-2016-334008-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-334008-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-334008-title.pdf