ADSORPSI ABU LAYANG AMPAS TEBU TERAKTIVASI ASAM NITRAT TERHADAP ION Au(III)
MUHAMMAD ROBITH T A, Prof. Dr. Sri Juari Santosa, M.Eng
2016 | Skripsi | S1 KIMIAINTISARI Adsorpsi Abu Layang Ampas Tebu Teraktivasi Asam Nitrat terhadap Ion Au(III) Oleh Muhammad Robith TA 10/305522/PA/13531 Telah dilakukan adsorpsi menggunakan abu layang ampas tebu terhadap ion emas. Langkah pertama yang dilakukan adalah pemurnian abu layang ampas tebu menggunakan larutan campuran HF 0,3M dan HCl 0,1M. Abu layang murni kemudian diaktivasi mengunakan larutan HNO3. Selanjutnya, masing-masing abu layang kotor, abu layang murni dan abu layang teraktivasi HNO3 dianalisa dengan XRD dan FTIR. Selanjutnya, dilakukan studi pengaruh suhu larutan pada adsorpsi. Penentuan model isoterm adsorpsi abu layang terhadap ion emas AuCl4- dilakukan dengan model Langmuir dan Freundlich. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan pada kristalinitas abu layang kotor setelah dilakukan pemurnian. Selain itu, data spektra IR menunjukkan bahwa gugus fungsi abu layang yang ada pada abu layang meningkat saat konsentrasi asam nitrat juga ditingkatkan. Peningkatan adsorpsi yang terjadi juga berbanding lurus dengan suhu adsorpsi yang menunjukkan adsorpsi bersifat endoterm. Mekanisme adsorpsi yang paling sesuai adalah model isoterm Langmuir yang menunjukkan adsorpsi yang terjadi berlangsung secara monolayer.
ABSTRACT Adsorption of Nitric Acid-Activated Sugarcane Bagasse Fly Ash towards Au(III) Ions by Muhammad Robith TA 10/305522/PA/13531 The adsorption of sugarcane bagasse fly ash towards the gold ions has been conducted. The fly ash first was purified by mixture of HF 0.3M and HCl 0.1M. The fly ash then was treated by HNO3. The result of every step was analyzed by XRD and FTIR. The effect of adsorption temperature on the adsorption has been studied and adsorption parameters have also been determined using Langmuir and Freundlich isotherms. The results showed that fly ash crystallinity was not significantly affected by the treatments of purifications and activations. The results also revealed that functional groups of fly ash were increased by the increase of HNO3 concentrations. The adsorption also gave better results when adsorption temperatur was increased that indicate that the adsorption is endothermic. The Langmuir isotherm correlation coefficient parameters best fit the equilibrium data which indicate the monolayer sorption.
Kata Kunci : adsorpsi, isoterm, abu layang ampas tebu, ion emas,