Laporkan Masalah

GANGGUAN SUKSESI HUTAN AKIBAT PERUMPUTAN DI DUSUN JURANGJERO RESORT SRUMBUNG TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI

JOKO ADY PRIYANTO, Dr. Ir. Lies Rahayu W.F., M.P.

2016 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Kawasan hutan Jurangjero terletak di lereng Gunung Merapi Kecamatan Srumbung, Magelang. Daerah ini merupakan Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang salah satunya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk merumput. Kegiatan merumput yang dilakukan oleh masyarakat memiliki potensi terhadap kerusakan pada anakan tanaman kehutanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem perumputan di Taman Nasional Gunung Merapi dan mengetahui gangguan suksesi di Taman Nasional Gunung Merapi akibat kegiatan perumputan yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Metode dasar dalam penelitian ini adalah observasi langsung di lapangan. Cara pengambilan data menggunakan accidental sampling dikarenakan populasi perumput tidak diketahui. Dalam penelitian ini data diambil dari 20 perumput secara accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah tabulasi dengan membuat tabel pengelompokkan jenis anakan tanaman kehutanan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : 1). jenis rumput yang diambil oleh masyarakat adalah rumput kalanjana, pengambilan rumput menggunakan sistem manual dengan menggunakan sistem rotasi serta pengambilan rumput oleh masyarakat dilakukan setiap hari dan hasil rumput digunakan untuk ternak masyarakat. 2). Gangguan suksesi hutan akibat perumputan tergolong tidak ada dikarenakan adanya penyuluhan dari pihak Taman Nasional dan pemberian acir pada tanaman kehutanan serta jenis yang dirumput oleh masyarakat adalah rumput.

Jurangjero forest areas situated on the slopes of Mount Merapi Srumbung, Magelang. This area is the Mount Merapi National Park, one of which is used by the local people for grazing. Grazing activities undertaken by the people has the potential to damage the seedling forestry plants. The purpose of this study to determine the grazing system in the Mount Merapi National Park and determine succession disturbances at Mount Merapi National Park due to grazing activities. The basic method of this research is the direct field observations. How to capture data using accidental sampling result Grazing population is unknown. In this study the data obtained from 20 Grazing. Data from the study showed that there is no damage to plant saplings of forestry. Analysis of the data used is the tabulation to create a table grouping forestry species of seedling plants. From this observations it can be concluded that: 1). type of grass that is taken by the public is kalanjana grass, grazing using a manual system using a system of rotation and grazing by the people do every day and the results are used for cattle grass people. 2). Impaired forest succession result to pasture belong there because of the extension of the park administration and the administration of the on forest trees as well as the type taken by the public is grass.

Kata Kunci : Gangguan suksesi, Sistem perumputan, Anakan tanaman kehutanan

  1. D3-2016-350869-abstract.pdf  
  2. D3-2016-350869-bibliography.pdf  
  3. D3-2016-350869-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2016-350869-title.pdf