PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN RISIKO BENCANA GUNUNGAPI PAPANDAYAN DAN KERENTANAN INFRASTRUKTUR FISIK DI KECAMATAN CISURUPAN KABUPATEN GARUT
IMAN ROHIMAN, Totok Wahyu Wibowo, S.Si., M.Sc.
2016 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVInfrastruktur fisik di Kecamatan Cisurupan menimbulkan kekhawatiran terhadap tingkat kerentanan dan risiko dari ancaman Gunungapi Papandayan yang sering menunjukkan peningkatan aktivitas volkanologi. Sebagai dampak dari bahayanya aktivitas gunungapi tersebut, diperkirakan akan mengakibatkan beberapa kerusakan infrastruktur fisik diantaranya sarana dan prasarana bangunan, permukiman, infrastruktur jalan, kerusakan lahan pertanian, perkebunan, dan lainnya. Unit analisis didalam penelitian ini mengikuti batas administrasi desa, sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan sampai pada level desa dengan menggunakan SIG. Pemetaaan kerentanan infrastruktur fisik pada kegiatan pemetaan risiko bencana bertujuan dalam memberikan nilai tingkat kerentanan masing-masing parameter yang ada. Hasil akhir yang diperoleh adalah peta risiko bencana yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan rencana kontijensi bencana. Pemetaan tersebut memanfaatkan data PJ (citra Pleiades) untuk menginterpretasi penutup lahan dan penggunaan lahan serta metode SIG untuk overlay, eliminate, attributting, dan penyusunan hasil penelitian. Analisis bahaya dan kerentanan infrastruktur fisik dianalisis menggunakan metode Multi Criteria Analisis (MCA) sebagai penentu bobot unutk setiap variabel yang menghubungkan alternatif satu dengan alternatif lain dengan prioritas kepentingan, serta Analisis Hirarki Proses (AHP) dengan memberi nilai subjektif tentang pentingnya setiap variabel secara relatif, dan menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Pemetaan tingkat kerentanan infrastruktur fisik, Desa Sirnagalih merupakan satu-satu nya desa dengan tingkat kerentanan infrastruktur fisik tertinggi. Dalam penilaian risiko infrastruktur fisik daerah Kecamatan Cisurupan, faktor bahaya diperkirakan memiliki pengaruh yang lebih besar karena rata-rata desa yang tergolong memiliki penilaian risiko infrastruktur fisik tertinggi adalah desa-desa yang memang hampir sebagian besar memiliki nilai faktor bahaya terbesar seperti Desa Cisurupan, Desa Sirnajaya dan Desa Sirnagalih dengan luas wilayah perkiraan terdampak risiko infrastruktur fisik tinggi ialah sebesar ± 1.289,31 Ha. Kata kunci: bahaya, kerentanan, papandayan, penilaian risiko, SIG, Multi Kriteria Analisis, Analsis Hirarki Proses.
Physical infrastructure in Cisarupan sub-district inflicts worries about vulnerability and risk level from threat Papandayan Mountain that often shows volcanology activities increased steadly. As result from hazard that volcanology activities, estimated that be going to inflict some physical infrastructure damages such as facilities and infrastructure buildings, settlements, roads, agricultural land, plantation land, and so on.The unit of analysis in this study applied the administrative boundaries of the village, so that research results can be utilized up to the village level using GIS method. Mapping the vulnerability of physical infrastructure in disaster risk mapping activities aims to give the level of vulnerability of each of the parameters. The final results produces disaster risk map that can be used as a reference for preparing a disaster contingency plans. Taht mapping used renote sensing data (Pleiades image) for interpretating land cover, land use, and GIS method for overlaying, eliminating, attributting, and composing research results. Hazard analysis and vulnerability of physical infrastructure were analyzed using Multi Criteria Analysis (MCA) as determining weights for each variable that links one and another alternative, and Analytical Hierarchy Process (AHP) gives the subjective value ofrelative importance of each variable, and sets a variable which has the highest priority in order to affect the outcome of the situation. Mapping the vulnerability level of physical infrastructure Sirnagalih Village is the only one village with the highest level of physical infrastructure vulnerabilities. In the assessment of the risk of physical infrastructures subdistrict Cisurupan, the danger factor is expected to have a greater impact because of the average village classified as having a risk assessment of physical infrastructure is the villages that had most of the greatest value factor hazardslike Cisurupan, Sinarjaya, and Sirnagalih village with approximate area affected high risk of physical infrastructure is of ± 1289.31 Ha Keywords: Hazard. Vulnerability, Papandayan, Risk Assessment, GIS, Multi Criteria Analysis, Analytical Hierarchy Process.
Kata Kunci : bahaya, kerentanan, papandayan, penilaian risiko, SIG, Multi Kriteria Analisis, Analsis Hirarki Proses